Surya/

Female

Desainer Dyan Nugra Ungkap Keindahan Agate Arch of Khatulistiwa

Inspirasi seorang desainer bisa saja tiba tiba datang ketika melihat sesuatu yang unik dan di anggap menarik.

Desainer Dyan Nugra Ungkap Keindahan Agate Arch of Khatulistiwa
surya/wiwit purwanto
Batik karya desainer Dyan Nugra banyak terisnpirasi batu akik. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Inspirasi seorang desainer bisa saja tiba tiba datang ketika melihat sesuatu yang unik dan di anggap menarik.

Seperti desainer kawakan Surabaya Dyan Nugra yang membuat 15 koleksi
terbarunya setelah terinspiransi oleh keindahan ragam batu akik khatulistiwa.

Sebanyak 15 koleksi Dyan ini dipamerkan pada Batik Fashion Festival 2017 di ITC mega grosir.

"Kali ini koleksi semuanya menggunakan Batik Sidomukti," kata Dyan.

Pola rancangan koleksi ini kata Dyan lebih memilih konsep Archean.

Menurutnya itu mewakili pemikiran mengenai esensi kehidupan.

Diilhami oleh periode awal terjadinya fotosintesa dan sekarang kondisi bumi
sudah semakin rusak keseimbangan ekosistemnya.

Archean adalah cerita tentang bumi Indonesa, dari perubahan di dalam dan di atas
permukaan bumi Indonesia yang prosesnya berlangsung sejak jutaan tahun lalu,
terbentukah secara alamiah berbagai material tanah dan kaya bebatuan.

”Akhirnya munculah inspirasi untuk hidup kembali dengan alam, dan melahirkan
bentuk serta gaya natural yang mengacu pada keindahan bentukan bumi
Indonesia,” katanya.

Pada koleksi terbarunya ini, Dyan menggunakan warna natural dari bebatuan
seperti cokelat, merah, oranye, kuning, pink, biru, putih, dan hijau.

”Karena tema Archean, maka saya menampilkan bentuk menggelembung dan membongkah. Seolah memang mengabaikan bentuk tubuh, tapi sebenarnya sangat cocok,” jelasnya.

Selain itu juga ada liukan tak beraturan, disusun, disambung, dan berlapis-lapis
menghasilkan detail cantik.

Untuk pola cutting Dyan lebih suka dengan potongan ala bustier, off shoulder, A
line, mermaid, dan asimetrical arm.

”Selain batik, kami juga menggunakan bahan duchess, organza, tule, embroidery,
swarovsky, dan beading,” pungkasnya.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help