Surya/

Liputan Khusus

UMKM di Eks Lokalisasi Dolly Ikut Program Pahlawan Ekonomi, Seperti Ini Mereka Sekarang

Program itu juga mendorong UMKM anggota untuk membuat produk yang bisa cepat dijual.

UMKM di Eks Lokalisasi Dolly Ikut Program Pahlawan Ekonomi, Seperti Ini Mereka Sekarang
surya/ahmad zaimul haq
Salah satu UKM batik di bekas lokalisasi Dolly didatangi wisatawan dari luar negeri. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ada beberapa usaha mikro kecil menengah (UMKM) di bekas Lokalisasi Dolly yang ikut dalam program Pahlawan Ekonomi.

Beberapa UMKM yang sudah tumbuh adalah Batik Canting Surya, Batik Jarak Arum, Camilan Sami Jali.

“Bulan lalu kami mengadakan pelatihan rutin menjahit dan memasak digelar di kecamatan (Sawahan). Lumayan banyak yang ikut, sekitar 30-40 orang. Mereka sebagian warga terdampak penutupan Lokalisasi Dolly,” kata Agus Wayudi, Humas Pahlawan Ekonomi.

Program itu sebenarnya tak hanya menyasar warga terdampak penutupan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu.

Namun, lanjut pria yang akrab disapa Yudi itu, selain UMKM yang sudah dikenal luas, ada beberapa UMKM kecil lain yang juga tergabung program yang dimulai pada 2010 itu.

Catatan Yudi, jumlah anggota Pahlawan Ekonomi saat ini sekitar 6.000.

Jumlah itu terus bertambah dari tahun sebelumnya, yakni 3.600 (2016), 2.640 (2015), dan 1.976 (2013).

“(Warga) Sawahan termasuk banyak. Sebagian warga di Dolly jadi anggota Pahlawan Ekonomi. Tapi produksinya belum sebesar yang sudah disebut. Belum menonjol,” katanya.

Menurut dia, pemberdayaan wirausaha di Dolly membutuhkan perhatian khusus.

Pasalnya, mereka mengalami masa transisi cukup berat setelah tempat prostitusi ditutup.

Meski tak hanya fokus di Dolly, program itu juga mendorong UMKM anggota untuk membuat produk yang bisa cepat dijual.

“Yang lebih penting adalah menumbuhkan mentalnya. Itu bukan tugas kita. Tapi bahwa kita dalam pelatihan menguatkan mental mereka agar tidak perlu rendah diri, harus berani bersaing,” ungkapnya.

Penghargaan Pahlawan Ekonomi diberikan setiap tahun di bulan Desember.

Tahun ini penghargaan akan diberikan pada tanggal 19 Desember. Ada sembilan orang yang akan mendapatkan penghargaan.

“Masing-masing juara satu, dua, dan tiga, untuk tiga jenis usaha. Yakni industri kreatif, industri rumahan, dan bisnis kuliner,” pungkasnya. (fla/ufi)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help