Surya/

Citizen Reporter

Suntikan Darah Muda untuk Kawasan Perbatasan Indonesia

maraknya pernikahan dini di pedalaman Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi salah satu akibat tidak meratanya pendidikan di sana ...

Suntikan Darah Muda untuk Kawasan Perbatasan Indonesia
dini rosita sari/citizen reporter
Pengajar muda Indonesia Mengajar di Nunukan Kalimantan Utara 

Reportase Dini Rosita Sari
Ibu rumah tangga/pendiri The Kiddies Nunukan/aktif di Komunitas Perempuan Mandiri Perbatasan dan The Smart Mums, Kalimantan Utara

 

ITUMO Coffee di Jalan TVRI, Kota Nunukan, Kamis  (23/11/2017) malam itu dipadati anak-anak muda yang mengikuti Creative Talk yang digagas oleh Kaltara Youth Creative (KYC) dengan tema Quality Education di Bumi Perbatasan.

Tujuh Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar yang dihadirkan, mempertemukan generasi milenial dari beragam komunitas di Kabupaten Nunukan untuk saling berbagi pengetahuan dan ide dalam mewujudkan poin ke-4 dari Sustainable Development Goals.

“Kami ingin acara malam ini menjadi ajang silaturahmi bagi generasi muda. Namun, yang lebih utama adalah kami ingin mengajak setiap komunitas untuk bekerja sama mewujudkan misi Quality Education,” ungkap Arifwan, ketua pelaksana acara.

Hal senada diungkapkan Siti Sulaeha, peserta, yang mengaku sangat bersemangat memberikan sumbangsih pada dunia pendidikan di daerah.

"Karena kita tak bisa sepenuhnya berharap pada pemerintah," putusnya. Untuk mewujudkan pendidikan berkualitas, dibutuhkan partisipasi semua elemen masyarakat.

"Dan, hal itu bisa dimulai dengan membuat perubahan di lingkungan terdekat,” aku perwakilan  komunitas perempuan di Nunukan.

Dalam forum itu, tujuh pengajar muda berbagi suka duka selama setahun bertugas di pedalaman Kabupaten Nunukan. Seorang pengajar muda mengungkapkan keresahannya dengan maraknya pernikahan dini di daerah penempatannya.

“Sempat kaget dan sedikit kecewa, mengapa anak yang baru duduk di kelas 6 SD sudah bertunangan dengan seorang lelaki,” ungkapnya.

Dialog interaktif dilanjutkan dengan fokus pada kondisi pendidikan di daerah perbatasan yang merupakan beranda terdepan negeri ini.

Berbagai permasalahan disampaikan berdasarkan pengalaman masing-masing peserta dialog, mulai dari tidak meratanya fasilitas sekolah sampai kurangnya program pengembangan profesi yang menjangkau seluruh kalangan.

Kehadiran Kaltara Youth Creative (KYC), organisasi pemuda Kalimantan Utara yang memiliki banyak program ini menjadi jawaban bagi pemuda perbatasan yang ingin mengaktualisasikan diri melalui kegiatan-kegiatan sarat pembelajaran dan pemberdayaan.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help