Berita Magetan

Kades Angkat Kaki sambil Merokok di Depan Bupati Magetan, Korbannya Orang Lain, Kok Bisa?

Seorang kepala desa (kades) yang menjadi salah satu undangan, dengan enaknya mengangkat kedua kakinya ke sandaran kursi di depannya, sembari merokok.

Kades Angkat Kaki sambil Merokok di Depan Bupati Magetan, Korbannya Orang Lain, Kok Bisa?
surya/doni prasetyo
Kades mengangkat kedua kakinya disadaran kursi saat acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama yang di hadiri Bupati Sumantri, Kapolres AKBP Muslimin, Kepala Kejaksaan Negeri Siswanto dan puluhan perwira Polisi dan Kepala Dinas dijajaran Pemerintah Kabupaten Magetan 

SURYA.co.id I MAGETAN - Kewibawaan Pemkab Magetan khususnya Bupati Sumantri dilecehkan akibat ulah salah seorang perangkat desa setempat saat acara penandatanganan kesepakatan bersama di Pendopo Surya Graha, Senin (27/11).

Karena di tengah acara itu, seorang kepala desa (kades) yang menjadi salah satu undangan, dengan enaknya mengangkat kedua kakinya ke sandaran kursi di depannya, sembari merokok.

Perilaku tidak terpuji di depan para pejabat tinggi pemkab itu, menuai gunjingan undangan lain. Pelakunya ternyata Kepala Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan bernama Tumiran.

Entah karena tidak tahu sopan santun, atau sengaja menghina bupati, Tumiran mengangkat kakinya yang masih berkaos kaki itu ke depan.

Padahal acara penting itu tidak hanya dihadiri Bupati Sumantri, tetapi juga Kapolres dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan.

“Ulahnya itu sebenarnya dilihat banyak orang yang mayoritas pejabat di jajaran pemkab dan puluhan perwira polisi. Apalagi kakinya yang diangkat ke sandaran kursi di depannya itu tepat mengarah ke muka bupati yang duduk menghadap ke undangan,” gerutu salah seorang PNS yang menolak disebut namanya.

Ironisnya, tidak ada satu pun undangan, polisi, petugas Satpol PP atau pihak lain yang menegur Tumiran. Tumiran tidak hanya berani mengangkat kedua kakinya ke arah muka bupati, kapolres dan kajari.

Tetapi juga satu-satunya undangan yang merokok saat acara penandatanganan kesepakatan berlangsung.

Beberapa undangan mengaku mengenal Tumiran, dan tindakannya yang tak menghargai bupati itu diperkirakan akan berbuntut.

"Meski ia jagoan atau pendekar sekalipun, sebaiknya tetap menjaga etika. Apalagi hanya seorang kades di pinggiran," kata seorang staf Inspektorat Pemerintah Kabupaten Magetan saat melihat Tumiran.

Kades di Magetan yang mengangkat kaki di acara yang dihadiri bupati dan pejabat muspida.
Kades di Magetan yang mengangkat kaki di acara yang dihadiri bupati dan pejabat muspida. (surya/doni prasetyo)
Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help