Surya/

Liputan Khusus

Berkah Lokalisasi Dolly Ditutup, Tempe Merek Bang Jarwo Laris Manis

Ketika Dolly masih jaya sebagai pusat bisnis prostitusi, Jarwo adalah pemilik salah satu warung kopi.

Berkah Lokalisasi Dolly Ditutup, Tempe Merek Bang Jarwo Laris Manis
surya/ahmaz zaimul haq
Jarwo Susanto kini sibuk membesarkan usaha membuat tempe usai penutupan lokalisasi Dolly. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jarwo Susanto merupakan salah satu orang yang sempat menolak rencana penutupan pusat prostitusi Dolly pada 2014.

Namanya bahkan sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kini, ia bisa bekerja nyaman dengan menjadi pembuat tempe.

Ketika Dolly masih jaya sebagai pusat bisnis prostitusi, Jarwo adalah pemilik salah satu warung kopi.

Omzetnya terlilang lumayan, yakni mencapai Rp 800.000 per hari.

Wacana penutupan Dolly pun membuatnya gelisah.

Sebagian besar pelanggan Jarwo adalah para lelaki hidung belang, pekerja seks komersial (PSK), germo, dan mucikari. Ia merasa terancam.

“Juli itu ada bentrok karena ada plakat penutupan lokasi. Dua puluh sembilang orang ditangkap, 26 dikeluarkan dan tiga jadi tersangka provokator. Tiga hari kemudian, ada enam orang ditangkap. Termasuk kakak saya,” kata Jarwo.

Jarwo Susanto kini sibuk membesarkan usaha membuat tempe usai penutupan lokalisasi Dolly.
Jarwo Susanto kini sibuk membesarkan usaha membuat tempe usai penutupan lokalisasi Dolly. (surya/ahmad zaimul haq)

Ketika sang ibu dan kakak perempuannya ke kantor polisi, mereka mendapat informasi ada nama Jarwo dalam daftar pencarian orang (DPO). Ia pun memutuskan untuk melarikan diri.

“Sempat ke Malang, ke Benowo, ke Sidoarjo. Di Sidoarjo aku di rumah kakak sepupu. Di sana ada produksi usaha tempe,” terangnya.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help