Surya/

News Analysis

Bagong Suyanto: Jangan Hilangkan Memori Sejarah Dolly karena itu Bisa Dijual

Dolly penuh dengan cerita luar biasa. Seseorang yang ditunjukkan Wisma Barbara, akan mafhum bahwa itu bekas wisma terbesar di Dolly.

Bagong Suyanto: Jangan Hilangkan Memori Sejarah Dolly karena itu Bisa Dijual
sulvisofiana
Bagong Suyanto 

APABILA mengatakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Dolly sudah
berkembang, tentu belum waktunya. Mereka masih dalam tahap pembinaan oleh
Pemkot Surabaya. Masih ada upaya-upaya pemkot menyubsubsidi, membantu, dan

seperti yang saya dengar, adanya pemesanan dari satuan kerja perangkat daerah
(SKPD) ke UMKM di sana.

Itu artinya ada sedikit-banyak ketergantungan para pelaku UMKM eks-Dolly ke pemkot.

Menurut saya, pemkot masih belum bisa dikatakan berhasil memandirikan warga Dolly.

Karena masih ada proses pembantuan secara terus-menurus.

Evaluasi selama tiga tahun ini, saya kira, sudah waktunya pemerintah untuk pelan-pelan tarik ulur. Jangan sampai warga eks-Dolly justru kehilangan mekanisme untuk menolong dan memandirikan dirinya sendiri.

Kalau memang di satu titik mereka tidak bisa mengembangkan diri, baru pemerintah turun tangan sebagai tanggung jawab negara.

Sebetulnya bantuan yang dilakukan pemkot selama ini semestinya untuk program
jangka pendek.

Jangka menengah dan panjangnya, para pelaku UMKM eks-Dolly harus dibekali dengan keterampilan, usaha, dan aset yang lebih sustainable.

Itu artinya, pemkot seharusnya memikirkan skenario untuk berapa tahun ke depan.

Halaman
123
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help