Berita Surabaya

Proyek Trem Rp 2,4 Triliun segera Ditawarkan ke Pengusaha, Pemkot Berharap Banyak Pengusaha Tertarik

Dalam waktu dekat, Pemkot Surabaya segera mengundang pengusaha baik dari dalam maupun luar negeri untuk menggelar market sounding.

Proyek Trem Rp 2,4 Triliun segera Ditawarkan ke Pengusaha, Pemkot Berharap Banyak Pengusaha Tertarik
surya/Fatimatuz Zahro
Kepala Bappeko Surabaya Agus Imam Sonhaji 

SURYA.CO.ID| SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya mengadakan focus group discussion (FGD) bersama Bappenas dan sejumlah instansi terkait realisasi proyek trem Surabaya.

Dalam waktu dekat, Pemkot Surabaya segera mengundang pengusaha baik dari dalam maupun luar negeri untuk menggelar market sounding sebelum lelang proyek trem dilakukan.

Kepala Bappeko Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan hasil FGD tersebut Bappenas telah menyatakan bahwa pendanaan proyek trem dengan sistem kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) adalah kewenangan dari Pemerintah Kota. Artinya hal tersebut boleh dilakukan.

"Dalam FGD itu sudah dikatakan boleh pakai KPBU, dan 75 persen sistem itu yang nantinya akan kita gunakan," kata Agus saat ditemui di Balai Kota, Senin (27/11/2017).

Lantaran kemarin baru diskusi, dan hanya menghasilkan resume, maka kini kedua belah pihak sedang membuat surat agar nantinya bisa dijadikan sebagai payung hukum langkah realisasi proyek trem dengan KPBU.

"Sistemnya nanti kita seperti tanya ke Bappenas, boleh tidak menggunakan sistem KPBU seperti Surabaya saat menjalankan TPA Benowo, dan Bappenas akan menuliskan surat balasan yang menyatakan membolehkan," kata Agus.

Di sistem KPBU ini, Pemkot yang akan dominan dan sebagai leading sector. Serta lelang juga akan dilakukan oleh Pemkot seara langsung.

Menurut Agus, dalam waktu dekat Pemkot akan kembali mengundang para pengusaha untuk melihat ketertarikan pemilik modal ada proyek trem.

"Kami sih berharapnya akan banyak pengusaha yang ikut. Biar kita tahu seberapa menariknya proyek ini bagi pengusaha," kata Agus.

Untuk nilai proyeknya dikatakan Agus saat ini hitungannya masih sekitar Rp 2,4 trilliun.

Namun angkanya sekarang sedang dibantu oleh tim ITS untuk dihitung lagi terhadap pengaruh inflasi dan kondisi ekonomi terkini. Sebab hitungan nilai proyek terakhir dihitung di tahun 2015 lalu.

"Kami yakin akan banyak, karena kalau berkaca di market sounding yang lalu, ada banyak sekitar 26 pengusaha yang ikut, sebelum proyeknya diambil alih pusat di tahun 2013 lalu," katanya.

Sekkota Surabaya Hendro Gunawan menambahkan pihaknya menegaskan progres trem terus berjalan. Saat ini Bappeko yang menyiapkan langkah realisasinya.
"Terus jalan dan on progress. Ini sedang disusun Bappeko, setelah menggelar FGD," kata Hendro singkat.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help