Berita Surabaya

Disebut 'Menekan' Selama Menyidik Kasus Bos Gala Bumi Perkasa, ini Bantahan Polisi di Pengadilan

Penyidik Polrestabes Surabaya disebut 'menekan' saksi saat penyidikan. Inilah bantahan mereka saat di persidangan..

Disebut 'Menekan' Selama Menyidik Kasus Bos Gala Bumi Perkasa, ini Bantahan Polisi di Pengadilan
surabaya.tribunnews.com/anas miftakhudin
Penyidik Polrestabes Surabaya saat hadir di PN Surabaya untuk membantah keterangan tiga saksi sebelumnya, Senin (27/11) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso SH dari Kejari Surabaya, akhirnya menghadirkan dua saksi verbal lisan (penyidik) dalam sidang lanjutan dugaan penipuan dan penggelapan bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP), Henry J Gunawan.

Saksi dari kepolisian yang dihadirkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya adalah Kasubnit Harda Polrestabes Surabaya, Iptu Wardiono dan Brigadir Fandi Ardianto selaku penyidik pembantu.

Kedua polisi itu dihadirkan untuk menangkal keterangan tiga saksi dalam sidang sebelumnya yang menyebut dipaksa dan ditekan saat proses pemberian keterangan di BAP. Saksi yang mengaku ditekan adalah, saksi Yuli, saksi Lie You Hin dan Raja Sirait, mantan Dirut PT GBP.

"Itu tidak benar. Kami tidak pernah mengarahkan dan memaksa saksi, keterangan BAP itu adalah murni berasal dari saksi," ujar Iptu Wardiono menjawab pertanyaan Jaksa Ali Prakoso di ruang sidang Candra, Senin (27/11).

Iptu Wardiono mengaku, ia telah membaca isi dari proses pemeriksaan BAP pada ketiga saksi usai pemeriksaan.

"Setelah dibaca oleh para saksi, mereka membubuhkan paraf dan tanda tangan. Termasuk sudah ditanyakan kembali apakah ada perbaikan atau perubahan dari keterangan yang diberikan," terang Wardiono di hadapan majelis hakim yang dipimpin Unggul Mukti Warso SH.

Saksi Wardiono juga mengaku telah menunjukan dokumen-dokumen yang dijadikan bukti laporan. Bukti itu berupa Akta Nomor 5 tentang perjanjian pengalihan kuasa dengan ganti rugi, Akta Nomor 6 tentang kuasa dan Akta Nomor 7 tentang kuasa subtitusi.

"Para saksi pun sudah saya tunjukkan dokumen-dokumen yang dimaksud," jelas Wardiono menjawab pertanyaan Sidik Latuconsina SH selaku kuasa hukum terdakwa Henry J Gunawan.

Terpisah, Iptu Wardiono mengaku ada seseorang yang melarang dirinya datang ke persidangan.

"Ada yang melobi saya supaya tidak datang ke sidang. Tapi saya tetap datang untuk menjawab penyangkalan para saksi," ujar Wardiono usai sidang. Namun Wardiono tak mau menyebut siapa orang yang melobi itu untuk tidak datang ke sidang. "Yang jelas dari pihak yang ingin lepas dari perkara ini," pungkasnya.

Seperti diketahui, saksi Yuli adalah bagian legal di PT GBP, sedangkan saksi Liu You Hin mantan Direktur PT GBP tahun 2010 dan saksi Raja Sirait menjabat sebagai Dirut GBP tahun 2010. Dalam sidang sebelumnya, ketiga saksi itu mengaku ada penekanan dan pengarahan dari penyidik saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada pidana Henry J Gunawan.

Henry J Gunawan dilaporkan oleh Notaris Caroline C Kalampung. Saat itu, Notaris Caroline mempunyai seorang klien yang sedang melakukan jual beli tanah sebesar Rp 4,5 miliar. Setelah membayar ke Henry, korban tak kunjung menerima Surat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Begitu korban akan mengambil haknya, Henry J Gunawan mengaku bahwa SHGB di tangan Notaris Caroline. Namun setelah dicek, Caroline mengaku bahwa SHGB sudah diambil seseorang yang mengaku sebagai anak buah Henry. Kabarnya, SHGB itu dijual lagi ke orang lain dengan harga Rp 10,5 miliar. 

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved