Sosok

Achmad Firdaus Assabil: Juara Olahraga Tetap Berprestasi di Kelas

Siswa kelas V SD Al Hikmah ini baru saja pulang membawa pulang dua medali perak dan satu perunggu.

Achmad Firdaus Assabil: Juara Olahraga Tetap Berprestasi di Kelas
surya/Fatimatuz Zahro
Achmad Firdaus Assabil 

SURYA.CO.ID | SURABAYA – Surabaya memiliki banyak atlet yang mampu membawa harum kota Pahlawan karena meraih juara di banyak kompetisi. Salah satunya, adalah atlet dari cabang olahraga panahan, Achmad Firdaus Assabil.

Siswa kelas V SD Al Hikmah ini baru saja pulang membawa pulang dua medali perak dan satu perunggu dalam Pekan Olahraga SD/MI Se Jawa Timur di Lumajang. Tidak hanya itu, Sabil yang baru berusia 12 Tahun ini juga pernah menyabet medali emas dalam Surabaya Exhibition Program dan mendapat medali emas dalam Piala Wali Kota Kediri tahun 2017.

“Sebenarnya sudah main panahan sejak usia lima tahun, tapi lalu sempat berhenti dan mulai aktif lagi satu tahun belakangan,” kata Sabil, usai berlatih di lapangan Panahan KONI Jatim, Minggu (26/11/2017).

Menurutnya, ia mengaku terinspirasi ingin bisa memanah usai melihat film The Messenger. Sabil ingin bisa berolahraga yang disunnahkan oleh nabi Muhammad SAW. Selain menantang, olahraga panahan membuatnya lebih fokus dan melatih mental.

“Saat kejuaraan, olahraga panahan memang tidak berhadapan dengan musuuh secara langsung, bukan adu fisik, tapi lebih pada mental. Saat ada score yang tertinggal, maka tidak boleh down, justru harus santai dan mengatus strategi,” kata Sabil.

Putra tunggal pasangan Retno Mardiningsih dan Achmad Bashori ini mengaku tidak ingin latah dengan kawan-kawan seusianya untuk menuntukan bidang apa yang ingin digeluti. Sepeerti setahun lalu, banyak teman-temannya yang ingin join olahraga bakset dan mendaftar klub. Namun berkat arahan sang bunda, ia berhasil untuk kembali mengasah kemampuan memanah yang sudah ia coba saat masih berusia lima tahun.

Menjadi atlet Surabaya dengan masih sibuk berkegiatan akademik di sekolah, nyatanya bukan hal yang sulit untuk dijalani Sabil. Setiap dua kali dalam sepekan ia rutin untuk berlatih di KONI Jatim.

Tapi di rumah setiap hari ia juga rutin untuk berlatih dan memanah minimal satu kali sehari. “Harus setiap hari memanah, agar feeling saat melepaskan anak panah tidak mudah meleset,” kata siswa kelahiran 5 Oktober 2005 ini.

Meski aktif di bidang olahraga tak lantas membuat Sabil keteteran untuk pelajaran di kelas. Justru Sabil juga banyak meraih prestasi di bidang akademik. Misalnya menjadi juara Harapan 5 dalam Olimpiade Sains tahun 2017, menjadi juara dua pemilihan dai cilik se kecamatan Gayungan dan juga menjadi juara dua try out USBN yang diselenggarakan SMP Al Hikmah.

“Aku sih nggak punya rumus tertentu. Cuma prinsipnya saat di sekolah aku nggak mikirkan panahan. Begitu juga saat memanah aku nggak mau mikir sekolah, sehingga semuanya seratus persen perhatian bisa tercurah ke masing—masing aktivitas di sekolah maupun di luar,” ucap atlet cilik yang bercita-cita bisa membuat pesawat terbang ini.

Sementara itu, orang tua Sabil, Retno Mardiningsih mengatakan putranya ini memang sudah terlihat bakatnya di olahraga panahan sejak usia lima tahun. Saat itu ia sempat ikut latihan di Sidoarjo, namun karena lapangannya kurang nyaman akhirnya dilepaskan saja.

Kemudian, selama setahun terakhir ia mulai berlatih kembali dan langsung ikut kejuaraan dan mendapatka medali emas. “Ternyata saat saya ikutkan latihan di Surabaya kata pelatihnya ada bakat, alhamdullillah sekarang bisa berkembang,” katanya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help