Surya/

Berita Surabaya

Kelola Bozem, PDAM Bakal Kelola Air Baku dari Waduk

Semakin minimnya kualitas air baku di sungai Surabaya membuat PDAM bertekad untuk mencari sumber air baku yang lain

Kelola Bozem, PDAM Bakal Kelola Air Baku dari Waduk
surya/fatimatuz zahro
Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya Mujiaman 

SURYA.co.id | SURABAYA - Semakin minimnya kualitas air baku di sungai Surabaya membuat PDAM bertekad untuk mencari sumber air baku yang lain. Salah satu potensinya adalah menjadikan tampungan air waduk sebagai sumber air bersih.

Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Mujiaman mengatakan, pihaknya sudah memiliki alat portabel yang bisa digunakan untuk mengelola air baku menjadi air bersih.

"Alat-alat ini sebenarnya sudah banyak kalau mau lihat sekarang sudah ada di Karang Pilang. Alatnya sudah bisa mengelola air dengan produksi 200 meter kubik sehari," kata Mujiaman, Sabtu (25/11/2017).

Rencananya alat ini akan digunakan untuk menyelola air di tempat-tempat yang bisa dijadikan sumber air baku yang letakn6a menyebar. Hal tersebut tidak masalah dilakukan dibandingkan harus menyediakan daya dari instalasi pengolahan air minum yang saat ini ada.

Yang tentunya membutuhkan daya yang besar untuk produksi dan pengiriman airnya. "Nanti kalau sumber air baku itu menyebar maka kita harus membangun alat pengolahkan air terpencar," imbuh Mujiaman.

Menurutnya, ia sudah melakukan komunikasi dengan Pemkot untuk perizinan pengambilan air baku di bozem dan waduk yang dimiliki Pemkot.Kemungkinan besar dalam waktu dekat akan sgera dilakukan langkah untuk tindak lanjut ide tersebut.

"Kalau berdasarkan konsultasi kami, embung yang cocok yang segera kami lakukan pengecekan ada di Wonorejo. Nanti air hujan bisa ditampung disana dan bisa kita gunakan airnya maka saya kira kota ini sudah jadi kota yanh cerdas dalam mengelola air," kata Mujiaman.

Hal senada juga disampaikan Sekkota Surabaya Hendro Gunawan. Ia menyebutkan, upaya tersebut layak dilakukan untuk menambah sumber air baku yang selama ini didapatkan dari sungai dan juga dari umbulan yang hanya sedikit jumlahnya.

"Pada dasarnya fungsi bozem adalah untuk menampung air hujan menjaga air tanah dan juga antisipasi banjir, namun jika itu digunakan untuk sumber air baku ya tidak masalah tadi sudah kami diskusikan, akan banyak SKPD yang akan ikut membantu," kata Hendro yang ditemui di Balai Kota di waktu yang sama.

Beberapa waduk yang bisa dimanfaatkan PDAM nantinya adalah di Bratang, di Kalidami, di Wonorejo dan juga di Morokrembangan. Waduk atau bozem itu bisa digunakan namun dengan rangkaian cek terlebij dahulu.

"Tes untuk kualitas air bakunya harus dilakukan dulu. Apakah air kita yang ada di bozem itu memenuhi standar air baku atau dibawahnya," kata Hendro.

Jika memungkinkan nantinya tinggal ditarik pipa dari waduk tersebut untuk kemudian dikelola menjadi air bersih dan disalurkan langsung ke masyarakat.

Dinas PU Bina Marga dan Pematusan nantinya juga akan ambil bagian untuk pengaturan elevasi di masing-masing waduk. Sebab sejauh ini waduk dipakai untuk tampungan penarikan air dengan rumah pompa saat terjadinya genangan atau banjir.

"Kalau ditanya kapan, ini nanti sudah mulai gerak untuk cek kualitas airnya dulu," katanya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help