Surya/

Berita Pasuruan

Gedung Instalasi Laboratorium P2P Milik BBTKLPP Diresmikan di Pasuruan, Ini Targetnya

Gedung ini harus dioptimalisasikan seluas-luasnya sebagai tempat penelitian, pendeteksian dan sebagainya

Gedung Instalasi Laboratorium P2P Milik BBTKLPP Diresmikan di Pasuruan, Ini Targetnya
surya/galih lintartika
Dirjen P2P Kemenkes RI Mohammad Subuh saat meresmikan Laboratorium Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya (BBTKLPP) di Nongkojajar, Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN- Gedung Instalasi Laboratorium Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya (BBTKLPP) Surabaya di Desa Wonosari, Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Sabtu (25/11/2017) pagi diresmikan.

Peresmian gedung empat lantai ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) P2P Kemenkes Republik Indonesia, Mohammad Subuh dan rombongan.

Kepada SURYA.co.id, Dirjen P2P Kemenkes Republik Indonesia, Mohammad Subuh mengatakan, bahwa gedung di Pasuruan ini merupakan kebanggan Indonesia.

Dari interval penilaian 1 - 10, gedung di Pasuruan ini memiliki nilai 9.

"Kenapa saya katakan dapat nilai 9, karena gedung ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang sangat memadai. Memiliki luas bangunan sekitar 1,6 hektar dan berada di luas lahan kurang lebih 6 hektar. Ditunjang dengan peralatam lab yang memadai," katanya.

Dia menjelaskan, lab ini sudah berstandar BSL II dan dilengkapi empat instalasi.

Di antaranya instalasi laboratorium zoonosis dan hewan coba, instalasi laboratorium parasit, instalasi laboratorium virologi, dan instalasi uji resistensi virologi dan mikrobiologi.

"Ini sangat luar biasa sekali. Dan ke depan, kami berharap fungsi itu bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat nantinya," terangnya.

Ia juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf yang sudah rela dengan ikhlas menghibahkan tanahnya untuk kepentingan pembangunan dan peningkatkan laboratorium ini.

"Gedung ini harus dioptimalisasikan seluas-luasnya sebagai tempat penelitian, pendeteksian dan sebagainya. Peralatan yang ada dan didukung dengan sdm yang ada harus dimaksimalkan. Saya janji akan bawa Menteri Kesehatan datang ke sini (Nongkojajar) biar tahu karya ini," paparnya.

Terpisah , Asisten 1 Pemkab Pasuruan Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat , Anang, menambahkan pihaknya sudah berkomitmen dengan pihak Balai Penelitian untuk membawa laboratorium ini lebih baik dan lebih bermanfaat.

"Kalau perlu lab ini bisa memunculkan sebuah formula untuk sebuah penyakit yang awalnya susah disembuhkan, dan menjadi gampang disembuhkan karena ada penelitian sebelumnya," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help