Surya/

Berita Surabaya

Gak Kreatif, Pemuda Ini Beralasan Pakai Sabu Karena Punya Masalah Keluarga

Dua kuli bangunan patungan beli sabu-sabu seharga Rp 500 ribu, betapa mengerikan pengaruh narkoba di negeri ini...

Gak Kreatif, Pemuda Ini Beralasan Pakai Sabu Karena Punya Masalah Keluarga
SURYA Online/Anas Miftakhudin
Kapolsek Kompol Masdawati saat merilis penangkapan dua pemuda yang akan pesta sabu-sabu, Sabtu (25/11). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dua pemuda yang akan melangsungkan pesta sabu sabu (SS) ditangkap anggota Polsek Simokerto di Jalan Wonosari Mulyo. Tersangka yang kini meringkuk di tahanan mapolsek adalah Kurnia Sandi (20) dan Agung (20).

Kedua tersangka yang tinggal di Jalan Bulak Banteng Lor Gang Bhineka ini diringkus polisi setelah warga melaporkan ada pemuda pesta narkoba. Seketika itu, polisi melakukan pengintaian terhadap tersangka.

Begitu kedua pemuda sampai di Jalan Wonosari Mulyo, motornya dihentikan polisi untuk digeledah. Tersangka saat itu sudah terlihat gugup karena ada sesuatu barang yang disembunyikan di saku celananya.

"Keduanya terlihat panik dan saling pandang saat dihentikan polisi. Anggota langsung menggeledah barang bawaan," kata Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih, Sabtu (25/11/2017).

Ketika penggeledahan berlangsung, kedua tersangka sempat mengelak dengan mengatakan tidak membawa apa-apa. Namun polisi tak langsung percaya dan tetap menggeledah saku celana depan milik Agung. Begitu SS ditemukan, kedua tersangka langsung lemas.

"Tersangka langsung kami bawa ke mapolsek untuk penyidikan lebih lanjut," terang Kompol Masdawati.

Ketika diperiksa, kedua tersangka mengaku sedang memiliki masalah keluarga. Namun setelah dicecar pertanyaan masalah apa yang dihadapi, tersangka hanya menundukkan wajah.

"Sabu itu rencana kami pakai berdua. Saya punya masalah keluarga dan ingin menenangkan pikiran," ujar tersangka Agung yang juga diakui Kurnia sambil menutupi wajahnya.

Masalah keluarga yang diakui tersangka dinilai hanya untuk mengalihkan perhatian saja.

"Apakah kalau memiliki masalah keluarga kemudian nyabu apa persoalan itu clear. Kan nggak. Justru muncul masalah baru seperti yang dihadapi tersangka ini," tandas kapolsek ini.

Dalam pemeriksaan terungkap, tersangka mengaku membeli SS di Jalan Kunti. Sabu seberat 0,7 gram itu dibeli dengan harga Rp 500.000 secara patungan.

"Sehari-harinya mereka bekerja sebagai kuli bangunan," kata Kompol Masdawati.

Dalam kasus ini, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help