Surya/

Berita Surabaya

Banyak Rumah Sakit di Surabaya Tidak Punya Alat Terapi Radiasi, ternyata Kendalanya . . . .

Terapi radiasi, yang biasa diperlukan untuk penyembuhan penyakit kanker, ternyata masih sedikit dimiliki rumah sakit di Surabaya.

Banyak Rumah Sakit di Surabaya Tidak Punya Alat Terapi Radiasi, ternyata Kendalanya . . . .
surya/pipit maulidiya
Suasana konferensi pers terkai dibukanya Pusat Penanganan Kanker Terpadu, melalui layanan Adi Husada Cancer Center (AHCC), Jumat (24/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terapi radiasi, yang biasa diperlukan untuk penyembuhan penyakit kanker, ternyata masih sedikit dimiliki rumah sakit di Surabaya.

Padahal radiasi adalah 60 persen yang dibutuhkan penderita kanker bebagai proses penyembuhan setelah kemoterapi dan operasi.

"Saat ini fasilitas radioterapi itu di negara Indonesia masih sangat sedikit. Di Surabaya hanya ada 4 unit, 3 di RSUD dr Soetomo, dan 1 di RSAL. Sehingga antrean juga panjang, seorang pasien bahkan harus menunggu 6 bupan supaya bisa menjalani radio terapi," kata dr Yenny Wangsanegara, Direktur Utama Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan, Surabaya, Jumat (24/11).

Sedikitnya penyedia fasilitas radioterapi diakui dr Yenny karena banyak faktor.
Beberapa di antaranya adalah karena biaya dan setiap rumah sakit harus menyediakan rancangan atau desain ruangan khusus radiasi.

"Jadi tidak menggunakan ruangan sembarangan, dinding itu diatur ketebalannya, dan masih banyak yang perlu diperhatikan. Karena jangan sampai radiasi ini terkena orang lain, bisa membuat yang sehat menjadi sakit," jelasnya.

Rencananya Sabtu (25/11) RS Adi Husada akan meresmikan layanan baru yaitu sebuah Pusat Penanganan Kanker Terpadu Adi Husada Cancer Center (AHCC).

Pelayanan dirancang sebagai one stop cancer center yang menangani sebelum, seaaat, dan sesudah, pasien terkena kanker dalam satu atap.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help