Surya/

Berita Surabaya

Ada Pameran Barang Kuno di Kaza, Salah Satunya

Selain pemeran barang kuno, Kaza City Mall juga menggelar kompetisi paduan suara SMA se derajat se Surabaya.

Ada Pameran Barang Kuno di Kaza, Salah Satunya
SURYA Online/Pipit Maulidiya
Pengunjung berfoto di depan pameran sepeda kuno 

SURYA.co.id | SURABAYA - Masih nuansa hari Pahlawan, Kaza City Mall Surabaya menggelar Festival WR Supratman, Sabtu (25/11).

Festival ini sudah berlangsung di tahun ke dua. Adapun rangkaian acara festival WR Supratman di antaranya pameran benda kuno dan lomba paduan suara lagu-lagu WR Supratman.

Rudy Hartono, Direktur Utama PT Gutanusa Sarana Niaga (GSN) pengelola Kaza City Mall menuturkan festival ini adalah bagian dari mengenang jasa WR Supratman. Terlebih di sisa akhir hidupnya Surabaya menjadi tempat singgah WR Supratman.

"Melalui lagu-lagu beliau kita bangsa Indonesia bersatu. Nah di jaman yang sudah luar biasa seperti sekarang, rasanya perlu mengingatkan generasi kita bagaimana berharganya sebuah perjuangan," tuturnya, Sabtu (25/11).

Dengan menghadirkan pameran barang kuno lanjut Rudy bisa mengedukasi masyarakat tentang apa saja yang dulu pernah ada di Indonesia dan bermanfaat sekali.

"Misalnya telepon rumah, uang kuno, sepeda kuno, perangko dan masih banyak lagi. Tidak hanya pameran, mereka juga bisa membelinya secara langsung," katanya.

Selain pemeran barang kuno, Kaza City Mall juga menggelar kompetisi paduan suara SMA se derajat se Surabaya. Mereka secara khusus harus menyanyikan lagu ciptaan WR Supratman.

Daniella Kindangen (15) pemain piano dari SMK 17 Agustus 1954 mengaku senang bisa mengikuti kompetisi paduan suara ini. Terlebih dirinya adalah penggemar lagu-lagu WR Supratman.

"Nadanya nggak terlalu sulit untuk dimainkan, sementara lagu-lagunya juga punya arti sangat dalam. Senang sekali ikut kompetisi paduan suara di sini, tadi sempat jalan-jalan juga melihat pameran," tuturnya.

Soerachman, seniman lukis sekaligus keluarga WR Supratman ikut hadir dalam kegiatan ini. Menurutnya dia sangat berterima kasih, kepada semua pihak yang ikut mengingat jasa WR Supratman.

"Senang sekali, waktu mereka minta izin menggunakan nama WR Supratman kami sangat senang. Apapun kalau tujuannya baik, kita selalu dukung. Yang tidak baik itu kalau sampai mengubah cerita sejarah WR Supratman. Jelas kami sekeluarga tak setuju,"  tegasnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help