Sosok

Rayvelin Shafira: Ajarkan Bahasa Mandarin

Tahun 2014 silam gadis imut yang biasa disapa Ray ini sudah merilis full album berjudul ‘Galau’.

Rayvelin Shafira: Ajarkan Bahasa Mandarin
surya/achmad pramudito
Rayvelin Shafira 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di belantika musik Tanah Air, khususnya Surabaya, nama Rayvelin Shafira tentu sudah tak asing.

Tahun 2014 silam gadis imut yang biasa disapa Ray ini sudah merilis full album berjudul ‘Galau’.

Di penghujung tahun 2017 ini, Ray kembali mewarnai industri musik lewat tiga single sekaligus, Little-Little, Jiao Shen Me, dan Thank You.

“Yang Little-Little dan Jiao Shen Me itu aku ingin mengajak teman-teman agar aktif belajar bahasa,” kata Ray kepada Surya.co.id, Jumat (24/11/2017).

Yang ‘Little-Little’, menurut Ray, memotivasi anak seusianya agar rajin belajar bahasa Inggris.

Sedang yang ‘Jiao Shen Me’, menyemangati teman-temannya supaya aktif belajar bahasa Mandarin.

“Kalau dalam bahasa Indonesia, ‘Jiao Shen Me’ itu artinya ‘Apa Namanya’. Aku main tebak-tebakan lewat lagu itu, misal buah ini bahasa Mandarinnya apa, buah itu juga apa bahasa Mandarinnya,” tutur Ray.

Selain itu, Ray juga mengajarkan pengucapan salam dalam bahasa Mandarin.
“Pokoknya penggunaan bahasa sehari-hari aja. Ucapan selamat pagi, selamat siang dan semacamnya dalam bahasa Mandarin,” ungkapnya.

Sedang ‘Thank You’, lanjut Ray, berisikan ungkapan terima kasih pada orangtua. “Saya ajak teman-teman bersyukur punya orangtua yang sudah merawat kita dengan baik. Juga memberi kita pendidikan supaya pandai,” imbuh Ray yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar ini.

Ray tak perlu waktu lama untuk proses rekaman tiga single tersebut. Ketiga lagu ciptaan Don Kinol itu dia selesaikan di balik studio rekaman hanya dalam sehari.

“Nggak lama kok. Nggak sulit juga lagunya. Karena kan aku setiap hari komunikasi dengan teman-teman pakai bahasa Inggris dan Mandarin,” beber gadis kelahiran Jakarta, 15 Maret 2010 ini.

Ketika disinggung mengenai kemungkinan promo single, Tita Rizky, sang mama kontan menegaskan bahwa lagu yang dibawakan Ray bukan untuk komersial.
Meski begitu dia tak menepis bahwa lagu-lagu itu dia posting di YouTube agar lebih dikenal masyarakat.

“Sekarang kan sedikit banget lagu anak-anak ya. Itu aja tujuannya untuk mengisi kekosongan lagu yang pas buat anak-anak, tetapi tak untuk komersial. Jadi nggak ada promo kemana-mana, kecuali lewat YouTube dan medsos (media sosial),” ungkapnya.

Lagu-lagu yang dibawakan Ray, ditekankan Tita, juga sebagai dokumentasi masa kecil Ray.

“Hanya untuk menambah koleksi kok. Kenangan-kenangan jika nanti dia sudah besar dia pernah menyanyikan lagu untuk anak seusianya,” kata Tita.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help