Surya/
Home »

News

» Jakarta

Ketua DPR Terjerat Korupsi

Umar Sholahuddin: Jaga Marwah DPR, Setnov Seharusnya Mundur

Hasil Rapat Pleno Partai Golkar yang telah menetapkan bahwa Ketua DPR RI masih dijabat oleh Setyo Novanto, dianggap telah menyandera kepentingan DPR.

Umar Sholahuddin: Jaga Marwah DPR, Setnov Seharusnya Mundur
Tribunnews
Setya Novanto 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hasil Rapat Pleno Partai Golkar yang telah menetapkan bahwa Ketua DPR RI masih dijabat oleh Setyo Novanto, dianggap telah menyandera kepentingan DPR.

Hal ini diutarakan oleh Ketua Ketua Parliament Watch, Umar Sholahuddin.

"Ini bisa menjadi preseden buruk karena Setnov saat ini tersangka. Lembaga DPR adalah lembaga tinggi di negeri ini. Akan menimbulkan ketidakpercayaan rakyat karena institusi ini dipimpin oleh seorang tersangka," kata Umar, Rabu (22/11/2017).

Tak hanya di Indonesia, bisa jadi akan memperburuk citra parlemen di mata dunia.

Hal ini ditandai dengan banyaknya media international yang menyorot bahwa parlemen di Indonesia dipimpin oleh seorang tersangka.

Umar juga menyebut, memang posisi ketua DPR RI adalah jatahnya Partai Golkar.

Namun, dengan kondisi seperti ini tentunya harus ada etikat baik untuk memperbaiki citra DPR.

Yang mana menurut Umar, ada dua cara yang bisa dilakukan dari faktor internal DPR.

Pertama, Setyo Novanto dengan Gentelment mengundurkan diri dari posisi Ketua DPR RI.

"Nah, ketika Setnov bersedia mengundurkan diri maka dengan mudah partai Golkar menunjukkan penggantianya. Sebagimana beberapa waktu lalu perpindahan dari Setnov ke Ade Komarudin dan kembali ke Setnov lagi," jelasnya.

Kemudian dari internal DPR secara kelembagaan melalui mekanisme Badan Kehormatan memproses Setyo Novanto dengan tujuan menjaga marwah DPR.

DPR harus menggelar rapat ditengah ketuanya yang terbelit proses hukum.

Tentunya ini adalah sikap politik untuk menyelamatkan marwah lembaga.

"Dari mekanisme badan kehormatan ini kemudian melalui rapat paripurna. Namun tetap dikembalikan ke Golkar karena memang Ketua DPR RI adalah jatah dari partai Golkar," pungkasnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help