Berita Magetan

Tersandung Proyek Pengadaan Bibit, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Magetan Dijebloskan Tahanan

Sebelum dijebloskan ke tahanan, Bambang Setiawan diperiksa sekitar enam jam diruang Kasi Pidsus.

Tersandung Proyek Pengadaan Bibit, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Magetan Dijebloskan Tahanan
surya/doni prasetyo
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Magetan Ir Bambang Setiawan MM, setelah ditetapkan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat sebagai tersangka korupsi proyek 2016 senilai Rp 7,8 miliar, langsung dijebloskan ke tahanan kelas II B Magetan, Kamis (23/11/2017). 

SURYA.co.id I MAGETAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan menahan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan Bambang Setiawan "Bobo" terkait kasus proyek pengadaan bibit tahun 2016 senilai Rp 7,8 miliar.

"Kasus ini mulai kami lakukan penyelidikan kemudian penyidikan mulai bulan 16 Juni 2017 lalu dan baru menetapkan tersangka kepada Kepala DLH Kabupaten Magetan Ir Bambang Setiawan BB,"kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Magetan Achmad Taufik Hidayat SH kepada Surya, Kamis (23/11/2017).

Penetapan tersangka Bambang Setiawan ini setelah pihaknya memeriksa 30 orang terkait pelaksanaan proyek pengadaan bibit tanaman hias senilai Rp 7,8 miliar lebih itu.

"Untuk kepentingan penyidikan, tersangka Bambang Setiawan kami tahan, karena disangka melakukan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan barang jasa tahun anggaran 2016 lalu di instansi yang dipimpinnya,"kata Achmad Taufik.

Dikatakan Achmad Taufik, dari nilai proyek total sebesar Rp 7, 8 miliar untuk 112 kegiatan, kejaksaan negeri (Kajari ) Magetan sementara fokus pada keenam proyek, termasuk pengadaan bibit tanaman untuk vertikal garden, taman kota atau kabupaten.

"Sementara kami fokus keenam item proyek, bagian dari 112 kegiatan itu. Kalau semua kita tangani malah tidak bisa selesai selesai. Dari keenam proyek atau kegiatan itu Tim Penyidik sudah menemukan adanya kerugian negara dan ini sama dengan perhitungan BPKP,"jelas Achmad Taufik.

Sebelum dijebloskan ke tahanan, Bambang Setiawan diperiksa sekitar enam jam diruang Kasi Pidsus.

Bambang Setiawan dipanggil Kejari untuk diperiksa Kamis (23/11) pukul 09.00, namun tersangka baru datang sekitar pukul 10.00

"Mestinya, tersangka kami periksa mulai pulul 09.00. Tapi tersangka memenuhi panggilan sekitar pukul 10.00. Selesai penyidikan, sekitar pukul 13.00, tersangka langsung kami tahan,"katanya.

Tersangka Bambang Setiawan dijebloskan ke tahanan dengan pengawalan voorijder (pembuka jalan) polisi, baik berseragam maupun tertutup. Sekitar 12 orang Polisi dari Satuan Sabhara dan Intelijen Pengaman Polisi (IPP).

Baru kali ini, penjeblosan tahanan tersangka korupsi dikawal begitu ketat dengan tim pembuka jalan dan Satsabhara dengan tim motormya.Tentu saja iring iringan ini menjadi perhatian masyarakat.

"Tersangka kami tahan sampai 20 hari ke depan, sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya,"tandas Kasi Pidsus Achmad Taufik Hidayat. 

Penulis - Doni Prasetyo.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved