Surya/

Berita Tulungagung

Gara-gara Kejadian ini di Tulungagung, Sosro Go to School Dihentikan secara Nasional

PT Sinar Sosro sekalu produsen Teh Botol Sosro telah menghentikan seluruh kegiatan Sosro Go to School secara nasional.

Gara-gara Kejadian ini di Tulungagung, Sosro Go to School Dihentikan secara Nasional
surya/david yohanes
Pertamuan PT Sinar Sosro dengan wali murid SDN 3 dan SDN 4 Kepatihan. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - PT Sinar Sosro sekalu produsen Teh Botol Sosro telah menghentikan seluruh kegiatan Sosro Go to School. Penghentian ini berlaku secara nasional.

Keputusan ini diambil usai terjadi gejala keracunan massal di SDN 3 dan SDN 4 Kepatihan, 15 November lalu.

Kepastian penghentian kegiatan Sosro Go to School diungkapkan Vice General Manager Branch and Marcomm PT Sinar Sosro, Devyana Tarigan, Rabu (22/11/2017) saat menggelar silaturahmi dengan wali murid dua sekolah itu.

“Penghentian ini berlaku secara nasional. Karena kegiatan in memang digelar secara nasional,” terang Devyana.

Lanjut Devyana, kejadian dugaan keracunan pernah terjadi di Yogyakarta sekitar dua tahun lalu. Saat itu ada sekitar 20 siswa mengalami gejala pusing, mual dan muntah. Jumlah itu masih kalah banyak jika dibanding yang terjadi di Tulungagung.

Dari kejadian itu sejumlah sampel diuji di laboatorium. Namun hasil uji laboratorium, bukan Teh Botol Sosro yang menyebabkan keracunan. Namun untuk kejadian di Tulungagung, Devyana belum berani memastikan.

“Sampai saat ini sampelnya masih diuji di laboratorium. Kami masih menunggu hasilnya,” tambah Devyana.

Lanjut Devyana, pihaknya tidak akan memberikan pernyataan penyebab keracunan sebelum ada hasil laboratorium. Menurutnya, teh kemasan botol kaca yang dibagikan gratis kepada para siswa kadaluarsa pada 4 Oktober 2018. Untuk memastikan penyebabnya, pihak Sosro juga telah mengirimkan sampel ke Balai Besar industri Agro (BBIA) di Bogor.

Hasil pengujian di BBIA baru akan keluar satu bulan mendatang. Lebih jauh Devyana mengungkapkan, Sosro Go to School bertujuan memperkenalkan produk yang lebih terjamin kualitasnya. Harapannya para siswa tidak jajan sembarangan.

“Program ini dijalankan untuk mengenalkan khasiat minum teh, serta agar siswa selektif memilih minuman yang layak dikonsumsi. Supaya jangan minum minuman racikan yang mungkin mengandung pengawet,” tandasnya.

Sebelumnya Sekretaris Dinas Pendidikan, Haryo Dewanto menegaskan, agar semua kegiatan Sosro di sekolah-sekolah dihentikan. Pelarangan ini diberlakukan sampai ada hasil uji laboratorium. Jika penyebab keracunan itu bukan karena Teh Sosro, kegiatan boleh dilanjutkan.

Rabu (15/11/2017) Teh Botol Sosro menggelar acara minum teh gratis di SDN 3 dan SDN 4 Kepatihan, Kecamatan Tulungagung. Namun setelah minum teh botol yang dibagikan gratis, puluhan anak bertumbangan. Rata-rata mereka mengalami mual, muntah, sakit perut dan pusing.

Sebanyak 12 siswa dilarikan ke IGD RSUD dr Iskak, 11 ke Puskesmas Tulungagung, dan 32 dirawat di sekolah oleh tenaga medis. Polisi telah mengambil sampel bekas muntahan, sisa minuman dan produk yang masih utuh untuk diuji.

Penulis: David Yohanes
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help