Single Focus

Seniman Surabaya Mengeluh Tidak Bisa Pakai Gedung Balai Pemuda

Seniman di Surabaya mengeluhkan sulitnya akses untuk menggunakan gedung Balai Pemuda. Padahal, dulu janjinya gratis..

Seniman Surabaya Mengeluh Tidak Bisa Pakai Gedung Balai Pemuda
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Suasana gedung kesenian Balai Pemuda saat grup orkestra dari Jepang, Worldship Orchestra melakukan konser amal, Selasa (15/8) malam. Gedung kesenian megah itu jarang digunakan karena sewa yang cukup mahal. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Gedung Balai Pemuda Surabaya telah menjadi andalan untuk berbagai kegiatan kesenian dan pemuda Kota Surabaya. Renovasi juga secara bertahap dilakukan dengan dalih menjadikannya bertaraf Internasional. Sayangnya, untuk mengakses gedung tersebut, banyak seniman maupun personal yang kesulitan mendapat izin.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Dewan Kesenian Surabaya, Luhur Kayunggah. Menurutnya, sejak 2014, perizinan untuk memakai gedung balai Pemuda kian rumit. 

Selain itu tarif yang dikenakan cukup mahal bagi para seniman. Belum lagi aturan tidak diizinkannya menjual produk kesenian ataupun ticketing untuk acara yang digelar semakin menekan para seniman yang hendak memakai fasilitas di gedung yang berada di jalan Gubernur Suryo ini.

“Di awal dibukanya kembali gedung ini bu Risma sudah bilang kalau penggunaannya bisa gratis buat pemuda dan seniman di Surabaya, nyatanya sekarang seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya banyak seniman secara personal maupun kelompok seniman yang meminta bantuan DKS untuk bisa mengakses peminjaman gedung di area Balai Pemuda tersebut. Sebab tak jarang mereka harus berhadapan dengan birokrasi yang terkesan dipersulit untuk menggunakan fasilitas milik pemkot Surabaya tersebut.

“Pernah Kelompok Penyanyi Jalanan kesulitan pinjam gedung tersebut buat acara mereka. Terpaksa kami dari DKP meminta bantuan DPRD untuk bisa mengakses gedung tersbeut,” urainya.

Menurutnya kejadian pada 2016 menyiratkan bahwa pemakaian gedung untuk public semakin sulit. Dengan lembaga yang memiliki ruangan di area tersebut saja DKP kesulitan mengaksesnya.

“Pernah awal dulu pas baru dibuka katanya belum ada perda untuk dipinjamkan pihak luar. Hanya digunakan instansi internal. Tapi nyatanya perusahaan swasta bisa pakai. Sekarang ada perdanya juga tetap saja sulit, bahakan harganya mahal sekali untuk kelas seniman,” urainya.

Dikatakannya, terakhir kali ia menanyakan harga sewa gedung di balai pemuda mencapai Rp 20 juta untuk satu shift atau 8 jam pemakaian. Padahal, lanjutnya, fasilitas bertaraf internasional belum bisa didapatkan di Balai Pemuda.

“Salah satu contohnya ya bilik panggung yang dibuat permanen di gedung serbaguna itu. Pastinya kesulitan pemakai panggungnya karena panggungnnya tidak bisa fleksibel jika dipakai seniman,”ujarnya.

Kerumitan mencari informasi penyewaan gedung di Balai Pemuda juga dialami Ajeng Rahayu (28). Gadis asal Surabaya TImur ini mengungkapkan hendak mencari informasi pemakaian gedung untuk acara kenalannya dari luar kota. Sayangnya ia tidak bisa langsung bertemu petugas balai pemuda di area tersebut.

“Harusnya ada petugas yang memberikan informasi di area sini juga. Bukan diarahkan ke tempat lain,” ujarnya ketika tahu harus ke UPTD Balai Pemuda Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di gedung eks Siola untuk mencari Informasi.

Di area Balai Pemuda tersebut saat ini telah digunakan sebagai tempat beberapa fasilitas umum. Mulai dari perpustakaan, pusat bahasa dan Tourism Information Center (TIC).

Petugas TIC, Karina mengungkapkan selama ini memang kerap ada pengunjung yang menanyakan teknis pemakaian balai pemuda. Hanya saja dirinya dan petugas TIC lainnya hanya berwenang menceritakan sejarah Balai Pemuda. Serta menunjukkan alamat dari lokasi pariwisata dan fasilitas umum yang ada di Surabaya.

“Kalau hari kerja petugasnya memang di gedung Siola, tetapi kalau hari Sabtu atau MInggu bisa di Balai pemuda kalau memang ada pagelaran seni,”pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved