Advertorial

Pakde Karwo Apresiasi Kinerja Positif Bank Jatim dalam Proses Pembangunan Daerah

Bank Jatim, menurut pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini, sukses memberikan sumbangan signifikan pada PDRB Jatim

Pakde Karwo Apresiasi Kinerja Positif Bank Jatim dalam Proses Pembangunan Daerah
surya/sugiharto
Gubernur Jatim, Soekarwo didampingi Direktur Utama Bank Jatim Soeroso menunjukkan papan pemenang Grand Price gemerlap hadiah undian Simpeda Bank Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Jatim, khususnya para nasabah, yang dinilai ikut andil dalam proses pembangunan di Jatim.

Bank Jatim, menurut pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini, sukses memberikan sumbangan signifikan pada Pendapatan Regional Domestik Bruto (PDRB) Provinsi Jatim yang saat ini, menempati posisi teratas kedua di bawah DKI Jakarta.

”Saya ingin menggambarkan Bank Jatim dalam membangun Jawa Timur. Yang mana, tentu tak bisa dilepaskan dari peran besar nasabahnya,” ujar Pakde mengawali sambutannya pada acara Gemerlap Hadiah Undian Simpeda Regional PT Bank Pembangunan Daerah Jatim Tbk (Bank Jatim) di Grand City Mall, Surabaya, Minggu (19/11/2017).

Pada penjelasannya, PDRB Jatim pada 2016 lalu mencapai Rp1855 triliun atau setara dengan 140 miliar dolar AS yang sekaligus menempatkan Jatim di rangking kedua dengan PDRB tertinggi secara nasional.

Tak hanya PDRB, pendapatan perkapita Jawa Timur untuk tahun 2016 ada di angka Rp47,95 juta yang di tahun ini meningkat di angka Rp52 juta lebih.

”Pendapatan perkapita di Jatim juga menjadi tertinggi yang kedua setalah DKI Jakarta. Hal ini pula yang membuat tingkat pertumbuhan ekonomi Jatim selalu berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional,” urai Pakde yang kemudian disambut tepuk tangan para peserta acara tersebut.

Bunga Citra Lestari menghibur tamu undangan gemerlap hadiah undian Simpeda Bank Jatim di Grand City Surabaya, Minggu (19/11/2017).
Bunga Citra Lestari menghibur tamu undangan gemerlap hadiah undian Simpeda Bank Jatim di Grand City Surabaya, Minggu (19/11/2017). (surya/sugiharto)


Pada posisi seperti itu, kelas mene­ngah di Jawa Timur juga ikut naik dari yang awalnya 17,02 persen menjadi 18,13 persen.

”Pembelian sepeda motor turun 45 ribu unit. Tapi pembelian mobil 1500 cc naik. Artinya, ada kenaikan di kelas menengah baru,” jelas Gubernur Jatim dua periode ini.

Bank Jatim, berdasarkan penjelasan Pakde memiliki andil besar dalam menjaga tren pertumbuhan tersebut.

Pakde menjelaskan, dari total PDRB yang mencapai Rp1855 triliun tersebut, uang pemerintah yang berasal dari pusat, provinsi, maupun kabupaten kota hanya sebesar Rp146 triliun atau 7,8 persen dari total PDRB, sedangkan sisanya yang mencapai 92,2 persen merupakan pendapatan dari sektor swasta.

”Dari 7,8 persen PDRB tersebut, salah satunya berasal dari uang nasabah Bank Jatim hari ini,” jelas Pakde.

Anggaran ini kemudian berperan penting untuk biaya konsumsi, investasi, perdagangan, ekspor impor dan mem­biayai perdagangan antar provinsi.

“Dari empat hal inilah ekonomi Jawa Timur berkembang,” lanjutnya.

Saat ini, aset BUMD ini pun kembali meningkat dan menyentuh angka Rp 53 triliun.

Atas peran besar nasabah itulah, Pakde mengapresiasi program pengundian yang menyediakan total hadiah sebesar Rp12,65 miliar, yang terbagi dalam beberapa kategori ini.

Diharapkan, melalui program ini, dapat sekaligus menjadi apresiasi kepada masayarakat atas peran serta menabung di Bank Jatim.

”Kami mengapresiasi Pak Suroso (Direktur Utama Bank Jatim) dan seluruh direksi bersama para komisaris yang telah membuat program sambung rasa dengan nasabah agar dana pihak ketiga (DPK) atau dana simpanannya bertambah di Bank Jatim,” tandasnya.

Pemerintah, menurut Pakde tak akan tinggal diam dan ikut mendukung ber bagai program Bank Jatim ini.

”Kita optimis, Jawa Timur dengan suasananya yang aman dan nyaman akan membuat ekonomi bergerak. Kami yang akan bertanggungjawab membuat suasana menjadi aman dan nyaman, bapak dan ibu yang bekerja untuk membangun kesejahteraan dengan baik,” pungkas Pakde di depan direksi dan undangan acara tersebut.

Di sisi lain, Direktur Utama Bank Jatim, Suroso, menjelaskan optimismenya dapat meningkatkan DPK perusahaannya, terutama untuk program Simpeda.

Saat ini, jumlah nasabah Bank Jatim sebesar 1.872.597 dengan jumlah tabungan Simpeda sebesar 10,249 triliun dari total nasional Rp42 triliun.

Kalau dari total nasional, Simpeda Bank Jatim mencapai rata-rata 23 persen. Dengan besaran itu, Bank Jatim berada di posisi ranking satu.

”Bank Jatim menjadi yang terbesar di tataran penghimpunan Simpeda secara nasional. Oleh karena itu, program ini adalah kepedulian kami kepada para nasabah yang telah memberikan kepercayaan untuk menabung di Bank Jatim,” jelasnya.

Selain itu, Bank Jatim juga memiliki beberapa program inovasi lain untuk semakin dekat dengan nasabah.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help