Berita Bisnis

Ganjar Pranowo Unggulkan 'Sihati' untuk Jaga Inflasi Jawa Tengah, Apa Itu?

Pihaknya juga mendapat pendampingan dari BI untuk pengembangan dan penstabil harga bawang Brebes.

Ganjar Pranowo Unggulkan 'Sihati' untuk Jaga Inflasi Jawa Tengah, Apa Itu?
surya/arie lestarie
Gubenur Jateng, Ganjar Pranowo saat memberikan materi tentang menjaga inflasi dalam pelatihan BI pada wartawan daerah di Jakarta, Senin (20/11/2017). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengenalkan aplikasi SiHaTi.
Yaitu aplikasi Sistem Informasi Harga dan Komoditi yang bisa memberikan informasi harga bahan pokok di Jawa Tengah.

"Kami pantau lewat aplikasi ini yang tiap hari harus update di berbagai daerah di Jawa Tengah. Sehingga inflasi masih terpantau dibawah nasional dan pertumbuhan ekonomi Jateng diatas nasional," kata Ganjar Pranowo saat memberikan materi dalam pelatihan BI bertema Pengendalian Inflasi Daerah untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat dan Sharing Pengendalian Inflasi oleh Kepala Daerah di Jakarta, Senin (20/11/2017).

Saat ini tercatat inflasi di Jateng diangka 3,47 persen dan angka pertumbuhan ekonomi 5,13 persen.
Angka itu masih dibawah inflasi nasional dan diatas pertumbuhannya ekonomi nasional.

Ganjar juga menambahkan, pihaknya juga mendapat pendampingan dari BI untuk pengembangan dan penstabil harga bawang Brebes.

Jateng menjadi produsen terbesar bawang merah dan cabai merah yang sudah diekspor ke berbagai daerah.

"Salah satunya terbesar ke Sumatera Barat," kata Ganjar.

Setelah menyampaikan materi yang kurang dari 10 menit, Ganjar membuka sesi pertanyaan.
Berbagai pertanyaan disampaikan dan salah satunya terkait kemiskinan.

Meski inflasi rendah, dan pertumbuhan ekonomi tinggi, diakui bila di Jateng masih ada angka kemiskinan yang tinggi secara absolut.

"Saya bilang pengurangan kemiskinan masih belum maksimal. Saya belum puas. Karena itu saya memanfaatkan Twitter untuk mendapatkan informasi terkait kemiskinan. Bila informasi dengan hastag #KemalaJateng 1x24 jam belum direspon oleh Kepala Dinas, maka akan saya nilai minus," jelas Ganjar.

Bila minus, akan ada alasan untuk mundur, dipecat dan lainnya, untuk digantikan ke yang lain yang lebih kompetensi.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help