Surya/

Kesehatan

Batuk Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Penyakit Berikut. . .

Kalau anda mengalami batuk yang berkepanjangan, anda mesti berhati-hati. Penyakit berikut, bisa jadi menghantui anda...

Batuk Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Penyakit Berikut. . .
ist
Gambar contoh penggunaan Dreamstation AVAPS 

SURYA.co.id | JAKARTA - Minimnya pengetahuan kesehatan masyarakat tentang Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) membuat penderitanya terus bertambah.

Prof. dr. Faisal Yunus, dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyatakan bahwa masyarakat Indonesia termasuk kurang pemahaman soal PPOK ini.

“Tidak semua penderita merasakan atau bahkan menyadari gejalanya. Mereka pikir hanya penyakit batuk yang tidak kunjung sembuh. Padahal mereka mungkin sedang menderita PPOK, kondisi yang jauh lebih serius. Harus dilakukan pemeriksaan spirometri dan toraks untuk mendiagnosa pasien PPOK,” ujar Prof. Faisal, Minggu (19/11) dalam rangkaian Diskusi Global oleh Philips bekerjasama dengan COPD Foundation dan atlet triathlon, Ironman Russell Winwood.

Gejala PPOK, lanjut Prof Faisal, termasuk napas yang pendek-pendek, batuk kronis, kelelahan dan rasa sesak di dada yang berkembang secara perlahan. Gejala ini terkadang tidak dirasakan si penderita.

Jika tidak diobati, kondisi ini bisa menyebabkan kematian. Di Indonesia, PPOK biasanya dikaitkan dengan merokok dan polusi udara, namun ternyata penelitian telah menemukan bahwa orang yang tidak merokok pun bisa terkena PPOK.

Menanggapi soal ini pihak Philips berkerjasama dengan COPD Foundation dan atlet triathlon Ironman Russell Winwood, mencoba turut serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Penyakit ini melemahkan, bahkan mematikan dan perlu penanganannya mahal. Untuk mengedukasi orang banyak kami berkerjasama dengan Russel Winwoo, untuk berbagi pengalamannya sebagai pasien PPOK," ujar Suryo Suwignjo, Presiden Direktur Philips.

Setelah didiagnosa mengidap PPOK, Russell mengaku merasa sulit untuk melakukan rutinitas kesehariannya.

Namun, hanya enam bulan setelah diagnosa, dia berhasil menyelesaikan trialton Ironman pertamanya secara penuh dan terus berpartisipasi dalam kompetisi triatlon di seluruh dunia. Ini menunjukkan bahwa diagnosis PPOK tidak perlu menjadi halangan untuk melakukan kegiatan favorit pasien.

Untuk pasien PPOK yang baru saja didiagnosa, Winwood berbagi saran untuk tetap hidup dengan baik. Ada 4 poin di antaranya ;

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help