Berita Magetan

5 Hari Raib Terseret Banjir, Pelajar SMAN 3 Magetan Ditemukan Tak Bernyawa. Kisahnya Mengharukan

Seorang pelajar SMAN 3 Magetan ditemukan tak bernyawa setelah 5 hari hilang terseret banjir. Kisah di balik kematiannya sungguh mengharukan...

5 Hari Raib Terseret Banjir, Pelajar SMAN 3 Magetan Ditemukan Tak Bernyawa. Kisahnya Mengharukan
surabaya.tribunnews.com/doni prasetyo
Jasad Fabustam Abu Amar, pelajar SMAN 3 Magetan saat dievakuasi dari sungai tempatnya ditemukan, Minggu (19/11/2017). 

SURYA.co.id |MAGETAN - Fabustam Abu Amar, pelajar SMAN 3 Magetan yang 5 hari lalu hanyut terseret banjir di gorong-gorong desa Ringinagung, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, ditemukan tak bernyawa, Minggu (19/11/2017).

Jasad remaja 16 tahun ini ditemukan di sungai Belotan, Kecamatan Bendo, Magetan, yang berjarak sekitar 11 km dari desa Ringinagung.

Fabustam hanyut terseret banjir ke dalam gorong-gorong saat berusaha menolong Arega Rafasta Fifa, bocah 11 tahun dari desanya yang terperosok ke dalam gorong-gorong di sebelah barat kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Magetan, Kamis (16/11/2017).

Namun karena derasnya air, Fabustam gagal menarik bocah tersebut. Yang terjadi sebaliknya, mereka berdua malah terseret lebih jauh ke dalam gorong-gorong.

Bocah Arega sendiri ditemukan sekitar 100 meter dari tempatnya terperosok. 

Kematian Fabustam menimbulkan belasungkawa mendalam di kalangan warga. Apalagi, mereka mengenal remaja tersebut sebagai remaja yang punya kepedulian sosial tinggi. Dia tak sega memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan pertolongan. 

"Almarhum itu biasa melakukan tugas tugas sosial, seperti saat hujan itu, beberapa menit sebelum kejadian, malah sempat direkam video warga. Bahkan dia terseret jadi korban juga setelah berusaha menolong Arega Rafasta Fifa yng terperosok gorong gorong,"kata Jaka Prayitna, warga Ringinagung kepada Surya, Minggu (19/11).

Dikatakan Jaka, Fabustam Abu Amar adalah anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan suami istri Nur Cholis dan Sriatun. 

"Almarhum anaknya baik, suka menolong. Jadi terseretnya Fabustam Abu Amar, saat banjir bandang, banyak menyita perhatian warga. Sebelum jenazah ditemukan, warga banyak yang mendirikan posko bayangan. Ini semua demi almarhum"ujar Djoko.

Kapolsek Magetan, AKP Muhammad Munir, membenarkan jenazah yang ditemukan tim gabungan itu, jenazah Fabustam Abu Amar. Ini sesuai hasil otopsi dokter di rumah sakit dr Sayidiman, Magetan.

"Proses identifikasi tadi, kami melibatkan Bimo (20) Kakak kandung dan perwakilan dari anggota keluarga korban,"kata AKP Muh Munir kepada Surya, Minggu (19/11).

Menurut Muh Munir, kakak kandung korban masih hafal tanda tanda lahir yang dimiliki korban. Karena itu proses identifikasi berjalan cepat.

"Tadi kakak korban mengenali tanda lahir tahi lalat dibawah mata kanan dan bekas luka, terkena knalpot. Setelah semua sesuai, jenazah kita serahkan kepada keluarga dan disalatkan di Masjid Desa Ringinagung, sebelum akhirnya dimakamkan di makan umum desa setempat,"kata AKP Muh Munir. 

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved