Surya/

Advertorial

Pertamina Edukasi Aspek HSE bagi Pengusaha dan Kontraktor SPBU di Jatim

Turut diberikan edukasi mengenai lesson learned atau pembelajaran dari beberapa insiden yang pernah terjadi di SPBU

Pertamina Edukasi Aspek HSE bagi Pengusaha dan Kontraktor SPBU di Jatim
surya/istimewa
Region Manager Retail Fuel marketing V, Asep Wicaksono Hadi saat membuka Sosialisasi HSE di Hotel Santika Premiere Surabaya, Kamis (16/11/2017) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Guna meningkatkan dan menjaga aspek keselamatan operasi di SPBU, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region V memberikan sosialisasi Health, Safety and Enviroment (HSE) bagi puluhan pengusaha SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) dan kontraktor pembangun SPBU di wilayah Jawa Timur.

“Sosialisasi HSE ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran serta dan kemampuan dalam menciptakan keselamatan dan keamanan di lingkungan SPBU dan sekitarnya, karena aspek keselamatan operasi di SPBU menjadi bagian penting yang harus dipenuhi oleh pemilik SPBU, termasuk kontraktor pembangunnya,” ujar Region Manager Retail Fuel Marketing V, Asep Wicaksono Hadi saat membuka Sosialisasi HSE di Hotel Santika Premiere Surabaya, Kamis (16/11/2017).

Sosialisasi HSE ini difokuskan pada pemaparan mengenai aspek keselamatan operasi dimulai dari penerimaan, penimbunan dan penyaluran BBM di SPBU termasuk aspek safety pada setiap fasilitas SPBU itu sendiri.

Selain itu, turut diberikan edukasi mengenai lesson learned atau pembelajaran dari beberapa insiden yang pernah terjadi di SPBU, khususnya di wilayah Jatim.

Asep menjelaskan, program sosialisasi HSE ini merupakan bagian dari program prioritas strategis perusahaan dalam mengutamakan aspek HSE di setiap kegiatan operasi Pertamina.

Saat ini, disamping memberikan Pelatihan dan Sosialisasi Keselamatan SPBU, Pertamina MOR V juga mengadakan Sosialisasi & Inspeksi Keselamatan SPBU, program Peningkatan Kesadaran HSE pada Kegiatan SPBU serta Konsultasi dan Pengawasan Aspek HSE Kegiatan SPBU.

“Dari data yang kita miliki, hampir sebagian besar insiden kebakaran di SPBU terjadi karena faktor kondisi tidak aman (unsafe condition) dan perilaku tidak aman (unsafe act) pada saat melakukan pengisian BBM di SPBU, karenanya sosialisasi ini diperlukan untuk memahami hal-hal apa saja yang menjadi faktor unsafe (tidak aman) yang terjadi di SPBU dan memperbaikinya,” jelas Asep.

Asep berharap, sosialisasi yang diberikan dapat meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan di SPBU, khususnya dalam pengawasan aspek HSE menjadi lebih ketat dan dijalankan sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku, sehingga insiden di SPBU dapat ditekan ataupun berkurang dan tidak terjadi kembali.

Adapun saat ini terdapat 860 SPBU Pertamina di wilayah Jawa Timur yang bersertifikasi Pasti Pas dan Pasti Prima. (*)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help