Berita Kampus Surabaya

Mahasiswa Universitas Airlangga Kampanye AKAD di Hadapan Para Siswa SMA, Apa itu?

Edukasi anti diabetes ini diberikan pada siswa di SMA Muhammadiyah 7 setelah melalui riset pendahuluan pada 50 siswa.

Mahasiswa Universitas Airlangga Kampanye AKAD di Hadapan Para Siswa SMA, Apa itu?
surya/sulvi sofiana
AKAD UNAIR - Mahasiswa alih jenis peminatan promosi kesehatan & ilmu perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair menunjukkan aplikasi (Kaboot) untuk kesehatan serta melakukan pemeriksaan pada siswa di SMA Muhammadiyah 7 Surabaya, Jumat (17/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Mahasiswa Program Studi Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unversitas Airlangga edukasis siwa melalui program Anak Kekinian Anti Diabetes (AKAD), Jumat (17/11/2017).

Edukasi ini diberikan pada siswa di SMA Muhammadiyah 7 setelah melalui riset pendahuluan pada 50 siswa.

Panitia kegiatan, Tri Anisca Dillyana (24) mengungkapkan dari hasil riset pendahuluan yang dikerjakannya dengan teman-temannya, ditemukan siswa SMA ini memiliki pola hidup yang renta diabetes.

Di antaranya 69,2 persen diketahui tidak menjaga pola makan, jadi pola makannya sebagian besar lebih suka mengkonsumsi jajanan di pedagang kaki lima.

Kemudian terkait aktivitas fisik hampir 61,6 persen siswa hanya melakukan olahraga seminggu sekali saat pelajaran.

“Ada juga yang terpapar asap rokok dari tetangga dan keluarga sampai 53,8 persen. Pola hidup seperti ini yang berusaha kami benahi karena usia 10 sampai 19 tahun ini menjadi pemicu penyakit diabetes saat tua,” ujar mahasiswa alih jenjang ini.

Dikatakannya, kegiatan ini berkaitan dengan hari diabetes sedunia 14 November lalu. Sehingga edukasi diberikan pada anank SMA dengan sistem yang menarik dan kekinian. Yaitu dimulai dengan membentuk kelompok dan melakukan kuin pre test dan post test.

“Kuisnya kami buat kekinian menggunakan aplikasi di internet. Mereka yang mengerjakan harus teroneksi dengan jaringan kami danmenjawab pertanyaan melalui gadget mereka masing-masing,” ungkapnya.

Selain kuis, juga diadakan Forum Grup Discussion dengan di dampingin satu mahasiswa tiap kelompokknya. Sehinngga mereka bisa dengan cepat memahami materi terkait diabetes.

“Mereka juga harus presentasis esuai dengan yang mereka pahami. Seminggu lagia kan kami evaluasi apa mereka sudh menerapkan pola hidup yang lebih sehat atau tidak,” urainya.

Agil Silva Asmarani (16), siswa kelas XI IPA mengungkapkan selama ini memang teman-temannya dan dirinya leih suka membeli jajanan di luar sekolah karena terbtasnya kjajanan di kantin sekolah sayangnya, ia tidak selektif dalam embeli ajjanan di pedagang kaki lima.

“Iaya saya nggak tahu mana yang baik dan sehat, pokoknya enak ya beli. Nyesel juga di rumah sering makan mie instan, nanti akan saya kurangi,” urainya usai mendapat menjelasan penyakit diabetes.

Meskipun sudah tahu ada makanan yang tidak sehat, menurut Agil ia selama ini tidak khawatir karena jarang sakit. Tetapi ia mulai khawatir saat mengetahui penyakit saat tua cukup mengerikan jika tidak menjaga pola hidupnya.

“YA pelan-pelan saya kurangi. Saya juga jadi lebih paham karena materinya seru nggak membosankan seperti pelajaran,” celetuknya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help