Surya/

Berita Gresik

Jelang Musim Tanam, Petani Gresik Diajari Cara Jitu Usir Hama Tikus

Tempatnya dibuatkan dari gedebok pisang yang dilipat seperti segi tiga sehingga bisa menutupi racun tikus.

Jelang Musim Tanam, Petani Gresik Diajari Cara Jitu Usir Hama Tikus
surya/sugiyono
Para petani memperhatikan cara pembuatan jebakan tikus dari bahan gedebog pisang 

SURYA.co.id | GRESIK - Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0817 Gresik menerjunkan jajaran Komando Rayon Militer (Koramil) terjun mendampingi masyarakat.

Hal ini untuk mendekatkan diri TNI dengan masyarakat tidak hanya slogan.

Seperti yang dilakukan jajaran Koramil Cerme ikut melaksanakan kegiatan pencegahan hama tikus Dinas Pertanian Kabupaten Gresik.

Selama kegiatan itu, Babinsa Koramil Cerme memberikan contoh penempatan obat tikus.

Seperti yang dilakukan Kopral Satu (Koptu) Muntholib, Babinsa Desa Sukoanyar Kecamatannganti Cerme, Gresik mencontohkan pembuatan tempat racun tikus agar bisa mati tanpa harus memasang listrik penjebak tikus.

Tempatnya terbuat dari gedebok pisang yang dilipat seperti segi tiga sehingga bisa menutupi racun tikus.

"Selama ini hama tikus selalu meresahkan petani padi. Jelang panen, hama tikus mulai menyerang sehingga hasil panen petani menjadi berkurang," kata Muntholib, usai mengikuti penyuluhan, Jumat (17/11/2017).

Sementara Koramil Menganti mengadakan karya bakti pembersihan saluran air di tepi jalan poros desa di Dusun Ngasinan, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti.

Dari kegiatan itu diharapkan tidak ada banjir dan penyakit demam berdarah selama musim hujan. Sebab aliran air sudah lancar.

Kegiatan tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar sehingga program gotong royong dapat terus berjalan di masyarakat.

"Kita ajak masyarakat untuk bersama-sama membersihkan saluran air agar dalam musim hujan tidak terjadi genangan air yang bisa menimbulkan penyakit," kata Danramil Menganti Kapten Arh Nurul Qomar.

"Jadi bersama rakyat TNI kuat. Ini tidak hanya sekedar slogan. Tapi benar-benar kita bersama masyarakat untuk memajukan Indonesia," lanjutnya.

Begitu juga dilakukan Babinsa Desa Kandangan Kecamatan Cerme Serda Pujiyanto melaksanakan penyuluhan cara penyemprotan padi yang aman bagi petani.

"Petani diarahkan agar tidak menyemprot pestisida berlawanan dengan arah angin yang bisa dihirup sendiri, sehingga membahayakan keselamatan," kata Pujiyanto.

Penulis: Sugiyono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help