Surya/

Berita Gresik

Dituntut Dua Tahun, Dirut PT Garam Nonaktif Minta Keringanan, Berbagai Hal ini Petimbangannya

Terdakwa Direktur Utama (Dirut) PT Garam nonaktif Achmad Boediono membacakan sendiri nota pembelaan terhadap tuntutan jaksa.

Dituntut Dua Tahun, Dirut PT Garam Nonaktif Minta Keringanan, Berbagai Hal ini Petimbangannya
surya/sugiyono
GARAM - Terdakwa Achmad Boediono Dirut PT Garam nonaktif dengan memakai baju putih meninggalkan ruang sidang PN Gresik, Jumat (17/11/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Terdakwa Direktur Utama (Dirut) PT Garam nonaktif Achmad Boediono membacakan sendiri nota pembelaan terhadap tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik, Jumat (17/11/2017).

Jaksa menuntut hukuman penjara dua tahun penjara terhadap terdakwa.

Memakai baju putih dan kopiah, Boediono yang masa tahanannya telah habis, mengikuti sidang dipimpin hakim PN Gresik Putu Mahendra.

Setelah kuasa hukum terdakwa Boediono, yaitu Maha Awan Buwana membacakan berkas pembelaan. Kemudian terdakwa membacakan sendiri pembelaannya di hadapan tim jaksa.

Terdakwa mengaku keberatan atas tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa dengan hukuman penjara dua tahun penjara.

Padahal terdakwa Boediono dalam menjalankan tugas impor garam merupakan perintah pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Saya pegawai negeri sipil aktif di Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak 2010, telah ditugaskan di Kementerian BUMN, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) Surabaya, PT Kawasan Medan Persero dan PT Garam Persero," kata Boediono.

Menurut terdakwa, selama hampir 1,5 tahun telah berhasil membawa perolehan usaha PT Garam sebesar Rp 52 miliar per tahun, yang merupakan capaian tertinggi sejak 1945.

"Sebelumnya tidak pernah mencapai 2 digit, umumnya di bawah Rp 10 miliar," imbuhnya.

Namun, atas tuntutan jaksa yang menyatakan bersalah atas kemasan yang seharusnya produk impor bukan produk impor, terdakwa Boediono menjelaskan bahwa kemasan tersebut atas kondisi darurat dan mendesak untuk segera mungkin melayani masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help