Surya/

Berita Tulungagung

Penjelasan PT Sinar Sosro: Belum Tentu Para Siswa SD Kepatihan Keracunan

Produsen Teh Sosro mengaku menyesalkan kejadian keracunan massal di SDN 3 dan SDN 4 Kepatihan, Tulungagung, Rabu (15/11) lalu.

Penjelasan PT Sinar Sosro: Belum Tentu Para Siswa SD Kepatihan Keracunan
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Siswa SDN 3 dan SDN 4 Kepatihan saat dirawat di IGD RSUD dr Iskak, Rabu (15/11/2017). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - PT Sinar Sosro, produsen Teh Sosro mengaku menyesalkan kejadian keracunan massal di SDN 3 dan SDN 4 Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, Rabu (15/11) lalu. PT Sosro mengaku sudah menemui para siswa untuk memastikan kondisi mereka.

“Kami juga telah menemui pihak RSUD dr Iskak dan Puskesmas Induk untuk mendapat penjelasan tentang keluhan para siswa,” terang Ronny Jatnika, Vice Marketing Director PT Sinar Sosro melalui rilis, Kamis (16/11/2017)

Namun menurut Ronny, kondisi itu bisa disebabkan kondisi para siswa yang belum sarapan. Kemudian saat di sekolah mereka minum produk Sosro dalam jumlah yang banyak. Karenanya kondisi itu tidak bisa dinyatakan karena keracunan.

“Untuk memastikan penyebabnya, pihak Dinas Kesehatan Tulungagung sudah mengambil sampel makanan dan minuman dari lokasi sekolah. Termasuk muntahan siswa,” tambah Ronny.

PT Sinar Sosro juga terus mendampingi para siswa dan memastikan seluruh siswa mendapat perawatan yang maksimal. Pada sore hari kemarin seluruh siswa sudah diizinkan pulang oleh pihak rumah sakit dan puskesmas.

(Baca: Ada Ratusan Siswa yang Minum Teh Kemasan, Namun Hanya Puluhan yang Keracunan di Tulungagung)

Kabid Pemasaran dan Informasi RSUD dr Iskak, Mochammad Rifai membenarkan, semua siswa yang dirawat sudah diperbolehkan pulang. Mereka melakukan rawat jalan. Namun jika sewaktu-waktu gejala keracunan muncul, mereka diminta langsung kontrol ke rumah sakit.

“Terakhir sempat ada kiriman satu pasien lagi, tapi semua terkendali. Semua sudah sehat dan bisa pulang,” terang Rifai.

Rifai menambahkan, seluruh pasien tidak dikenakan biaya perawatan. Sebab sakit massal yang dialami para siswa dinilai Kondisi Luar Biasa (KLB). Dalam KLB maka seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah.

Sebelumnya, Rabu (15/11/2017) pagi ratusan siswa dua sekolah itu mengikuti acara promo Teh Sosro. Mereka minum teh kemasan botol kaca yang dibagikan gratis. Namun selang beberapa saat, puluhan siswa tumbang

Mereka mengalami gejala keracunan, seperti pusing, mual, muntah dan sakit perut. Beberapa di antaranya bahkan pingsan. Sebanyak 12 siswa dibawa ke RSUD dr Iskak, 11 ke Puskesmas Tulungagung, dan 32 dirawat di sekolah.

Sementara polisi menyita sejumlah sampel, seperti bekas muntahan, produk yang sudah dikonsumsi dan produk yang masih utuh. Semua sampel akan diuji di laboratorium forensik untuk membuktikan penyebab munculnya gejala keracunan itu. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help