Surya/
Home »

Bisnis

» Makro

Berita Ekonomi Bisnis

Pasar Sedang Turun, Trias Sentosa Tetap Siapkan Investasi Tiga Mesin Baru

Perusahaan kemasan film PT Trias Sentosa Tbk tetap agresif mengembangkan usaha.

Pasar Sedang Turun, Trias Sentosa Tetap Siapkan Investasi Tiga Mesin Baru
surya/sugiharto
Dari kiri ke kanan Presdir PT Trias Sentosa Tbk, Sugeng Kurniawan, Direktur, Hananto Indrakusuma dan Komisaris Yamin candra menunjukkan produk terbarunya di sela-sela paparan kinerja di Hotel Vasa Surabaya, Kamis (16/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski penjualan mencatatkan kenaikan tipis 3,7 persen di Januari - September 2017 dibanding periode sama tahun 2016, perusahaan kemasan film PT Trias Sentosa Tbk tetap agresif mengembangkan usaha.

Di tahun 2018, emiten dengan kode TRST itu, menyiapkan investasi Rp 150 miliar untuk menambah tiga mesin baru.

"Langkah ini kami lakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi sambil mengembangkan pasar baik ekspor maupun pasar domestik," jelas Sugeng Kurniawan, Presiden Direktur Trias, saat paparan publik di Surabaya, Kamis (16/11/2017).

Mesin baru itu, merupakan mesin metalizing memiliki kapasitas 2.500 ton per tahun.
Nilai per mesin Rp 50 miliar. Impor dari Eropa, yaitu satu di Jerman dan dua dari Inggris.

"Mesin baru akan bertahap operasionalnya, mesin pertama beroperasi pada kuartal I dan mesin 2 dan 3 nanti sesudah Lebaran 2018. Jadi tahun depan kami punya 11 Metalizing dengan total kapasitas 27.500 ton/tahun," ungkap Sugeng.

Di tahun 2017, perseroan juga sudah menambah mesin metalizing dan memperluas gudang untuk memperkuat pasar domestik produk film barrier dan inovasi baru film thermal dan label.

Saat ini, dengan produk baru yang disebut memiliki nilai lebih produk itu, Trias sudah mulai masuk pasar Amerika Serikat.

Meski masih dalam jumlah yang kecil, perseroan optimistis bisa meningkatkan ekspornya dan berencana menjajaki pasar ekspor lainnya seperti Australia dan negara-negara di Asean.

"Rata-rata per bulan kami sudah ekspor produk ke Amerika sekitar 1 kontainer atau 20 ton/bulan. Persaingan ketat bukan hanya di domestik saja tapi juga di pasar dunia, tapi kami akan coba jajaki terus, diantaranya dengan Australia," ungkap Sugeng.

GM Finance Trias Sentosa, Nani Asmara menambahkan secara penjualan Trias pada tahun ini hingga September tercatat mencapai Rp1,78 triliun atau meningkat 3,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh harga rata-rata bahan baku yang mengalami sedikit kenaikan dibandingkan tahun lalu," jelas Nani.

Hingga akhir tahun ini pun penjualan diperkirakan bisa tumbuh sampai 4 persen atau bahkan kurang dari 4 persen mengingat kondisi persaingan yang semakin ketat.

"Pesaing terbesar adalah China dan juga ada India. Persaingan ini membuat perseroan harus mengoreksi harga jual dari beberapa produk film terutama kategori komoditas," tandas Nani.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help