Surya/

Berita Surabaya

BREAKING NEWS - Ratusan Pemegang Surat Ijo Demo di Gedung DPRD Surabaya, Ini Tuntutan Mereka

Para demonstran mengendarai sepuluh angkutan kota dan membawa mobil untuk sound system aksi unjuk rasa.

BREAKING NEWS - Ratusan Pemegang Surat Ijo Demo di Gedung DPRD Surabaya, Ini Tuntutan Mereka
surya/fatimatuz zahroh
Ratusan warga Surabaya pemilik surat ijo menggelar demo di Gedung DPRD Kota Surabaya, Rabu (15/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bagi warga Surabaya yang hendak mengarah ke tengah kota, diharapkan menghindari Jalan Yos Sudarso, Rabu (15/11/2017).

Ratusan warga Surabaya pemegang surat ijo tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Surabaya.

Mereka menuntut janji Pemerintah Kota Surabaya dan juga DPRD Surabaya yang akan membebaskan tanah dan rumah yang berdiri di atas lahan surat ijo.

Para demonstran mengendarai sepuluh bemo angkutan dan juga membawa mobil untuk sound system aksi unjuk rasa.

Sebelumnya, diketahui para warga demonstran tersebut sudah menggelar aksi di Balai Kota Surabaya.

Namun lantaran Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sedang berada di Eropa untuk kunjungan kerja, maka mereka bergerak menuju gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi.

"Kami menuntut Pemerintah Kota Surabaya untuk mewujudkan janjinya untuk membebaskan lahan surat ijo. Kami tidak mampu untuk membayar tebusan surat ijo yang dipatok sangat tinggi, sesuai NJOP," kata salah satu peserta aksi Agus Hariyanto.

Ia mengaku sudah menempati lahan surat dengan luasan 144 meter persegi di Tambak Segaran.

Berdasarkan aturan Pemkot meminta mereka membayar surat ijo sebesar Rp 200 juta. Maksimal harus bisa lunas dalam waktu tiga tahun.

"Per bulan artinya saya harus membayar Rp 7 juta. Kalau tidak lunas dalam waktu tiga tahun maka akan dibatalkan pengajuan pembebasan," katanya.

Mereka meminta untuk harga pembebasan surat itu bisa dilakukan dengan harga yang logis dan mereka bisa mampu untuk membayar.

"Ya kalau mau membebaskan jangan pakai NJOP itu terlalu berat. Wong dulu kakek kita itu juga beli," katanya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help