Surya/

Lapor Cak

Bagimana Nih? Tiga Bulan Air PDAM di Kampung Jatrisrono Barat Tak Mengalir

Sudah tiga bulan pelanggan PDAM di Kampung Jatisrono Barat, Surabaya, tak menikmati pasokan air dari PDAM. Duh, gimana sih?

Bagimana Nih? Tiga Bulan Air PDAM di Kampung Jatrisrono Barat Tak Mengalir
surabaya.tribunnews.com/fatkhul alami
Warga kampung Jatrisrono Barat, Kelurahan Ujung, Semampir, Surabaya melakukan unjuk rasa lantaran kesal sudah tiga bulan air PDAM tak mengalir, Rabu (15/11/2017) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 1.000 Kepala Keluarga (KK) dari 10 RT di kampung Jatrisrono Barat, Keluarahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya dilanda krisis air bersih.

Sudah tiga bulan terakhir ini, air PDAM sama sekali tidak mengalir ke rumah-rumah warga kampung yang berlokasi di Surabaya Utara ini.

Guna memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa mengandalkan air bersih yang dibeli dari kampung tetangga, yakni Wonosari seharga Rp 2.000 per jeriken. Ini terpaksa dilakukan lantaran aliran air PDAM sudah tidak menetes ke rumah-rimah warga.

"Sudah tiga bulan terakhir ini tak keluar air, netes pun ndak. Sebelumnya setiap hari keluar dari air dari PDAM," sebut Ny Fatimah, salah satu warga kampung Jatrisrono Barat, Rabu (15/11/2017).

Awal gangguan air bersih dari PDAM, kata Ny Fatimah, bermula ketika siang hari air tidak mengalir dan baru pada malam hari air keluar dari keran jaringan PDAM. Gangguan tersebut ternyata makin memberatkan warga yang mengandalkan air bersih dari PDAM.

"Sekarang pada malam hari sudah tidak keluar airnya. Ini sangat menggangu dan memberatkan, karena air bersih dibutuhkan setiap hari," keluh Ny Fatimah.

Guna memenuhi akan kebutuhan air bersih, Ny Fatimah biasa membeli 6 jiriken air bersih dan harus mengeluarkan uang Rp 12.000 sampai Rp 15.000 setiap harinya.

Meski air tidak mengalir, tapi Ny Fatimah dan warga lainnya yang memakai PDAM tetap membayar biaya anonemen. Ny Fatimah mengaku mengeluarkan biaya sebesar Rp 45.000.

"Saya dan warga di sini (kampung Jatrisrono Barat) berharap, air PDAM bisa lancar terus. Memang ada sumbangan air bersih dari tangki, tapi kalau setiap hari ya capek dan badan sakit angkut air," keluh Ny Fatimah.

Kesal lantaran air bersih PDAM mampet selama tiga bulan, warga kampung Jatisrono Barat melakukan unjuk rasa di sepanjang jalan kampung tempat tinggalnya, Rabu (15/11/2017). Aksi ini sebagai bentuk protes, lantaran sudah 3 bulan terakhir air bersih tidak mengalir.

Unjuk rasa dilakukan, karena warga sudah melapor dan mengadu persoalan tersebut ke PDAM, tapi tidak ada tanggapan. Laporan itud dilakukan atas inisiatif warga secara mandiri atau melalui forum komunikasi warga.

"Warga sudah melapor ke PDAM secara tertulis dan telepon, tapi tak ada tanggapan. Kemudian warga bentuk forum komunikasi dan melaporklan ke Wali Kota Ibu Risma (Tri Rismaharini) pada tanggal 24 Oktiober 2017, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan dari bu Risma soal permohonan kami," tutur Dedi Nasution, Ketua Forum Masyarakat Jatisrono Barat.

Dedi menuturkan, awal gangguan air PDAM tak lancar mengalir ke rumah warga, Kalau pun mengalir, hanya malam hari pada pukul 01.00 WIB sampai 04.00 WIB. Sekarang dalam tiga bulan terakhir ini, air sama sekali tidak mengalir," beber Dedi.

(Baca: DPRD Surabaya : PDAM Wajib Revolusi dan Inovasi Beri Layanan)

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help