Surya/

Berita Surabaya

Terungkap, ternyata Pelajar dan Mahasiswa Paling Sering Langgar Lalu Lintas, ini Buktinya

Selama gelaran operasi Zebra Semeru 2017 dalam 13 hari 26.526 pelanggaran dari pengendara roda dua dan empat di jalanan Kota Pahlawan.

Terungkap, ternyata Pelajar dan Mahasiswa Paling Sering Langgar Lalu Lintas, ini Buktinya
Surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira Negara Siregar saat melakukan kanalisasi jalur atau pemisahan jalan antara sepeda motor (R2) dengan mobil (R4) dikawasan Raya darmo, Surabaya. Senin (9/1/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kedisiplinan dan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat di Surabaya masih memprihatinkan.

Selama gelaran operasi Zebra Semeru 2017 dalam 13 hari (1-13 November), sebanyak 26.526 pelanggaran dari pengendara roda dua dan empat di jalanan Kota Pahlawan.

Jumlah pelanggaran itu naik 54 persen, dibanding operasi Zebra Semeru 2016.

Pada 2016 yang juga digelar operasi Zebra Semeru selama 13 hari, tercatat 17.228 pelanggraran kendaraan kena tilang .

Kasat Lantas Polretabes Surabaya, AKBP Adewira Siregar menjelaskan, kendaraan roda dua merupakan paling dominan melanggar, yakni tercatat 20.403 terkena tilang.
Jenis pelanggarannya macam-macam, untuk motor seperti helm, boncengan lebih satu orang, marka, melawan arus, tak menyalakan lampu, menggunakan HP, tak patuh rambu dan tak dilengkapi SIM atau STNK.

"Kalau mobil, pelanggaran paling banyak menyalahi rambu parkir, ada 1.013 pelanggaran," sebut Adewira, Selasa (14/11/2017).

Dari jumlah pelanggaran itu, ternyata pelajar dan mahasiswa menjadi peringkat teratas melakukan pelanggaran.

Kaum milenial atau anak zaman sekarang itu paling dominan melanggar lalu lintas di jalanan Kota Pahlawan, yakni 8.623.

Angka itu naik 50 persen, dibanding operasi Zebra Semeru 2016, di mana teracatat 5.737 pelanggaran.

"Mereka itu (pelajar dan mahasiswa) dalam rentang usia 16 sampai 20 tahun dan paling banyak melakukan pelanggaran lalu lintas," terang Adewira.

Halaman
12
Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help