Surya/

Berita Surabaya

Tak Mewah, Bangunan Milik Kasipan di Surabaya Ditawar Rp 2,2 Miliar Gara-gara Hal Ini

Sebidang tanah milik Kasipan (52) ini menjadi penghalang proyek frontage road sisi barat di Jalan Ahmad Yani Bundaran Dolog, Surabaya.

Lebih lanjut, ia mengaku tersudutkan dengan proses hukum pembebasan tanah yang kini sedang berjalan di Pengadilan Negeri Suraabaya.

Terlebih Pemkot nantinya akan berhak melakukan eksekusi meski urusan sengketa persil belum diselesaikan.

Praktis hal itu akan membuat Kasipan dan keluargnya harus segera angkat kaki dari persilnya meski belum menerima ganti rugi pembebasan dari Pemkot.

"Ya tentu merasa dirugikan. Kalau dihitung dengan jumlah ahli waris delapan orang, uang segitu kami hanya dapat berapa. Uang segitu tidak bisa dipakai untuk beli rumah di lokasi Ahmad Yani," katanya.

Tempat tinggalnya yang saat ini dirasa sangat strategis untuk membuka usaha. Oleh sebab itu, ia mengaku berat jika harus angkat kaki dari persil peninggalan kekek neneknya tersebut.

"Cari rumah ya belum bisa. Wong uangnya belum bisa diterima kalau sengketanya belum selesai," katanya.

Namun sebagai warga negara biasa, ia mengaku hanya bisa pasrah terhadap pelaksanaan pembangunan jalan.

Ia masih akan berupaya di jalur hukum agar bisa mendapatkan ganti rugi yang layak untuk persilnya tersebut.

"Hanya saja pastinya tidak sebanding dengan kerugian ekonomi yang kani terima," katanya.

Ia berencana akan berjualan dan menjari tempat baru.

Ia berharap bisa difasilitasi oleh Pemkot. Karena saat ini di Surabaya tidak bisa berjualan di pinggir jalan dan akan ditertibkan oleh Satpol PP, ia lebih baik meminta agar dapat tempat berjualan yang resmi.

"Sebelum ada proyek jalan ini, jualan masih lancar. Sebulan dari bengkel, jualan bensin dan minuman itu ada pemasukan sampai Rp 20 juta. Sejak ada proyek jalan, kami tidak bisa berusaha lagi," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Ganjar Siswo Pramono mengatakan penyelesaian jalan frontage road sisi Dolog memang hanya menunggu tanggal eksekusi.

"Kalau pengerjaan sudah siap. Tinggal menunggu PN kapan eksekusinya. Kalau sudah dieksekusi, jalan frontage road tak perlu lagi belok sedikit, bisa langsung lurus saja," katanya.

Pihaknya menargetkan eksekusi persil tersebut bisa dilakukan pada bulan ini atau bulan depan. Sehingga tidak lebih dari tahun 2017.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help