Surya/

Berita Surabaya

Tak Mewah, Bangunan Milik Kasipan di Surabaya Ditawar Rp 2,2 Miliar Gara-gara Hal Ini

Sebidang tanah milik Kasipan (52) ini menjadi penghalang proyek frontage road sisi barat di Jalan Ahmad Yani Bundaran Dolog, Surabaya.

"Ya tentu merasa dirugikan. Kalau dihitung dengan jumlah ahli waris delapan orang, uang segitu kami hanya dapat berapa. Uang segitu tidak bisa dipakai untuk beli rumah di lokasi Ahmad Yani," katanya kepada Surya.

Kasipan yang mulanya berjualan es kelapa muda dan aneka minuman serta membuka jasa bengkel tidak bisa meneruskan usahanya karena sepi dan tak ada yang mampir.

Simak video di atas! 

Baca: Makjleb! Begini Kalimat Menohok Aa Gym untuk Netter yang Hujat Keputusan Rina Nose untuk Buka Hijab

(Baca: Seorang Pemuda Bernama Polisi Jadi Tenar Setelah Kena Tilang. Ternyata, ini Kisah di Baliknya)

Seperti diketahui, proyek frontage road sisi barat di Jalan Ahmad Yani bundaran Dolog kini sudah hampir rampung.

Hanya satu persil tersisa yang menghalangi jalan sepanjang empat kilometer itu bisa tembus hingga Raya Wonokromo.

Satu persil yang menjadi penghalang untuk proyek tersebut adalah persil milik ahli waris Kasipan (52), di Jalan Amhad Yani No 138.

Surat kepemilikan baru yang muncul atas persilnya itu baru keluar di tahun 2010.

Kepemilikan ganda itulah yang membuat sengketa hingga persilnya tak bisa diganti rugi oleh Pemkot dengan prosea normal.

Halaman
1234
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help