Surya/

Berita Pasuruan

Seorang Pemuda Bernama 'Polisi' Jadi Tenar Setelah Kena Tilang. Ternyata, ini Kisah di Baliknya

Seorang pemuda bernama 'Polisi' menjadi tenar setelah kena tilang di Pasuruan. Ternyata, inilah kisah di balik pemberian nama tersebut.

Seorang Pemuda Bernama 'Polisi' Jadi Tenar Setelah Kena Tilang. Ternyata, ini Kisah di Baliknya
surya/galih lintartika
Surat tilang pria bernama Polisi, warga Dusun Pengarengan, Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, yang viral di media sosial. 

Sepulang dari tukang pijat itu, ia mengamini pertanyaan itu. Dalam hatinya, sang suami pernah nadzar memberikan nama polisi terhadap bayi itu. Dari situlah, ia berniat mengganti nama anaknya dan memenuhi nadzar sang suami yang disampaikan pada teman-temannya di saat bayi masih dalam kandungannya.

“Saya tasyakuran dan mengganti anak kami dengan polisi, sesuai dengan janji bapaknya,” terangnya.

Dikatakannya, semuanya berubah seperti sebuah mukijizat. Tiba-tiba anaknya tidak perlu datang ke dokter dan tukang pijat. Si bayi mendadak sehat wal afiat, dan tidak pernah sakit-sakitan seperti sebelumnya.

“Dari situ, saya sangat bersyukur sekali. Saya menyadari nama anak saya tidak sebagus teman-temannya. Tapi, bagi saya apalah arti sebuah nama, jika anak saya sakit-sakitan. Tidak masalah namanya polisi, yang penting dia sehat sampat sekarang,” papar dia.

Ia mengaku banyak dihujani hujatan dan cemooh dari para tetanggannya. Kata dia, saat itu, tetangga dan temannya ataupun teman suaminya, selalu mengejek anaknya yang diberi nama polisi. Namun, ia mengaku berusaha untuk tidak memikirkannya. Prinsip dia, anaknya sehat dan tidak sakit-sakitan itu sudah lebih dari cukup.

“Memang berat, tapi mau bagaimana lagi. Saya berusaha tutup rapat telinga ini. Saya dihina hanya bisa diam saja, memang anak saya namanya polisi, tidak sebagus nama anak pada umumnya,” tambahnya.

Illyyin pun tampak semakin sedih mengingat kisah anaknya ini. Menurut dia, Polisi ini merupakan sosok pendiam dan sangat penurut sekali sebagai seorang anak. Ia mengakui bahwa polisi ini anak yang berbakti.

Polisi ini tidak lulus Sekolah Dasar (SD). Sebelumnya, sempat diberitakan bahwa polisi ini seorang mahasiswa.

“Dia tidak lulus SD, karena saya tidak mampu menyekolahkannya. Saya tidak mampu membiayainya, karena memang saya tidak bekerja. Dia anak yatim, sudah ditinggal mati bapaknya sejak usianya tujuh tahun. Tapi, sampai sekarang dia tidak pernah protes kenapa tidak disekolahkan sampai lulus SMA,” ceritanya.

Menurut dia, saat ini, polisi menjadi tulang punggung keluarga. Ia bekerja serabutan, atau yang pasti bekerja sebagai tukang bangunan. Usianya sekarang sudah 22 tahun. Ia mengaku sangat bersyukur memiliki anak seperti polisi. Bagi dia, polisi ini sangat pemalu sekali.

Halaman
1234
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help