Surya/

Berita Tulungagung

Satpol PP Tulungagung Dikecam Karena Membuang Orang Gila ke Tengah Hutan

Satpol PP Tulungagung dikecam banyak orang karena diduga sengaja menelantarkan seorang pengidap gangguan jiwa ke tengah hutan.

Satpol PP Tulungagung Dikecam Karena Membuang Orang Gila ke Tengah Hutan
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Meme bergambar dugaan penelantaran pengidap gangguan kejiwaan oleh Satpol PP Kabupaten Tulungagung yang banyak disebar di media sosial. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Satpol PP Kabupaten Tulungagung dikecam banyak orang setelah diduga dengan sengaja membuang Bogor, pengidap gangguan kejiwaan yang biasa berada di pasar Ngunut, ke kawasan hutan Kasrepan, Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban. 

Kecaman muncul dalam berbagai rupa. Salah satunya lewat gambar meme yang menggambarkan perilaku kurang terpuji Satpol PP itu. Meme-meme itu diolah dari foto saat Bogor diangkut mobil Satpol PP, Bogor saat tertidur di tengah hutan saat malam, dan foto Selasa (14/11/2017) siang.

Dari foto-foto itu membuktikan, Bogor awalnya dijemput Satpol PP dengan mobil dinas pikap. Kemudian Bogor tiba-tiba ada di tengah hujan, tepatnya di jalan akses menuju Kecamatan Pucanglaban.

Semua mengecam tindakan Satpol PP yang membuat Bogor sulit mendapatkan makanan.

"Selama ini dia dapat makan dari warga. Saya sering mengirim nasi buat dia. Kalau berada di hutan, siapa yang kasih makan?" ucap Dwi Santoso, warga Desa Kaliwungu.

Pihak Satpol PP dan Dinas Sosial belum mau dimintai keterangan. Sekretaris Dinas Sosial, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBP3A), Suparni sempat bisa dihubungi lewat telepon. Namun Suparni mengaku tidak bisa mendengar suara, kemudian menutup sambungan telepon. Saat dikirimi pesan singkat, Suparni tidak menjawab.

Sementara Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo menegaskan, akan memanggil Kepala Satpol PP untuk dimintai penjelasan. 

(Baca: Diam-diam Satpol PP Tulungagung Mengevakuasi Bogor, Orang Gila yang Dibuang ke Tengah Hutan)

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help