Surya/

Presiden Jokowi: PKH Kemensos Ini Program yang Efektif

PKH merupakan salah satu program yang efektif untuk mengurangi angka kemiskinan, karena terdapat pendamping dan pihak yang mengawal program

Presiden Jokowi: PKH Kemensos Ini Program yang Efektif - pkh_20171114_115004.jpg
ist
Presiden Jokowi: PKH Kemensos Ini Program yang Efektif
Presiden Jokowi: PKH Kemensos Ini Program yang Efektif - pkh_20171114_115032.jpg
ist
Presiden Jokowi: PKH Kemensos Ini Program yang Efektif
Presiden Jokowi: PKH Kemensos Ini Program yang Efektif - pkh_20171114_115058.jpg
ist
Presiden Jokowi: PKH Kemensos Ini Program yang Efektif

SURYA.co.id - Dalam Sidang Kabinet Paripurna tentang Pagu Indikatif RAPBN 2018 Tanggal 4 April 2017 lalu di Istana Negara Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial (Kemensos), merupakan salah satu program yang efektif untuk mengurangi angka kemiskinan, karena terdapat pendamping dan pihak yang mengawal program. 

Karena itulah, keluarga sasaran PKH agar ditingkatkan jumlahnya, dari 6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM)) PKH menjadi 10 juta KPM. Artinya, akan ada tambahan anggaran untuk PKH.
Pada tahun 2018, telah direncanakan perluasan jumlah KPM PKH dari 6 juta KPM menuju 10 juta KPM, hal ini berarti terdapat perkembangan anggaran PKH dari sebelumnya pada 2017 senilai Rp 11.340 triliun menjadi Rp 17.317 triliun.

Pagu anggaran untuk mendukung PKH mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015 terdapat penambahan pagu anggaran sebesar 1.181.114.429.791 dari pagu anggaran tahun 2014 dan pada 2016 terdapat penambahan pagu anggaran 2.211.226.446.186 dari pagu anggaran tahun 2015. Periode 2014–2016, pagu anggaran tertinggi adalah pada tahun 2016 yaitu 7.791.392.301.186.

Dari total realisasi KPM KPH tahun 2017 sejumlah 5.935.644 KPM yang disalurkan melalui Himpunan Bank Negara (Himbara), masing-masing:

  • Bank BNI 2.620.027 KPM atau 44%
  • Bank BRI 2.117.802 KPM atau 36%
  • Bank Mandiri 1.017.013 KPM atau 17%
  • Bank BTN 180.802 KPM atau 3%

(fae/*)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help