Surya/

Berita Gresik

Pemkab Gresik Mutasi 4 Kepala Dinas, ternyata ini Tujuan Utamanya

Pemerintah Kabupaten Gresik memutasi beberapa kepala dinas pada jabatan baru.

Pemkab Gresik Mutasi 4 Kepala Dinas, ternyata ini Tujuan Utamanya
surya/sugiyono
SUMPAH - Para pejabat yang dimutasi diambil sumpah janjinya di hadapan Bupati Sambari di Kantor Pemkab Gresik, Selasa (14/11/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik memutasi beberapa kepala dinas pada jabatan baru. Mutasi itu diharapkan bisa meningkatkan kinerja pelayanan dan pendapatan daerah.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dengan didampingi wakil Bupati Mohammad Qosim mengatakan bahwa mutasi atau pergeseran posisi jabatan beberapa kepala dinas pejabat eselon II di lingkungan kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik ini untuk meningkatkan tugas pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan pendapatan.

“Saya percaya para pejabat diposisi baru akan melaksanakan tugas dan bertanggung jawab,” kata Sambari dengan penuh optimis terhadap bawahannya di sela pengambilan sumpah janji, pelantikan dan serah terima jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas, Selasa (14/11/2017).

Nama-nama pejabat eselon II yang dilantik yaitu Mulyanto sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Gresik, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik.

Jabatannya digantikan Agus Mualif sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Gresik.

Kepala dinas lainnya yang terkena mutasi yaitu Hermanto T H Sianturi menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Jabatannya digantikan dan Sumarno yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.

Selain pejabat eselon II, Bupati Sambari juga memutasi pejabat eselon III setingkat kepala bidang atau sekretaris dinas dan eselon IV setingkat kasi di lingkungan Pemkab Gresik. Sehingga totalnya ada mencapai 214 orang.

Hal tersebut dilakukan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, sebagai suatu jawaban atas kinerja aparaturnya.

Dirinya mengatakan bahwa mutasi pejabat pemkab kali ini merupakan upaya memaksimalkan kinerja seluruh instansi.

“Para pejabat harus memenuhi kredibilitas dan mumpuni dibidangnya. Dan yang paling penting adalah mau dan mampu melaksanakan tugasnya,” katanya.

Samarinda juga mengatakan secara tegas bahwa proses pelantikan itu dilakukan secara terbuka dan transparan. Oleh karena itu, Sambari meminta agar semua pihak saling berkolaborasi guna menjaga kondusivitas.

Para abdi negara juga dituntut untuk bekerja secara professional dalam menciptakan trobosan-trobosan.

“Semua kami lakukan transparan dan terbuka, tidak ada unsur jual beli jabatan yang selama ini ramai. Dan semua usulan dari Baperjakat (Badan Perimbangan Kepangkatan dan Jabatan. Setelah dilantik bisa melaksanakan tugas fengan baik dan mampu menciptakan terobosan-terobosan menuju Gresik semakin baik,” katanya.

Jajaran wakil DPRD Gresik dan anggota fraksi sempat menyoroti kenerja Dinas Penanaman Modal dan PTSP yang tidak dapat mencapai target dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahwa ratusan berkas perizinan yang tidak bisa tuntas dalam setahun sampai dua tahun.

"Banyak pemohon izin yang jumlahnya ratusan berkas tidak tuntas dalam setahun. Padahal mereka sudah jelas-jelas mengajukan izin dan ada pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Gresik Asroin Widiyana kepada wartawan.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help