Surya/
Home »

Bisnis

» Makro

Berita Surabaya

Pasar Semakin Turun, Pengusaha Kapal Pelayaran Berharap Pemerintah Naikkan Harga Tiket.

Di tengah pasar terus menurun, PT Dharma Lautan Utama (DLU) meminta pemerintah memberikan harga tiket.

Pasar Semakin Turun, Pengusaha Kapal Pelayaran Berharap Pemerintah Naikkan Harga Tiket.
surya/sri handi lestari
CSR - Penasehat PT DLU Bambang Haryo S (kiri) dan Dirut PT DLU Erwin (kedua dari kiri) mengikuti kegiatan CSR PT DLU di kawasan Depok Sidotopo, Surabaya, Selasa (14/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tengah pasar terus menurun, PT Dharma Lautan Utama (DLU) meminta pemerintah memberikan harga tiket yang lebih tinggi dalam kebijakannya memberi batasan harga.

Saat ini harga tiket untuk kapal laut berkisar sekitar Rp 800 - 900 per mil.

"Sementara idealnya sudah Rp 1.500 per mil," kaya Erwin H Poedjono, Direktur Utama DLU di sela kegiatan CSR PT DLU di Sidotopo, Selasa (14/11/2017).

Saat ini, dengan harga tiket yang dibatasi pemerintah dan semakin tingginya biaya operasional dan perbaikan kapal, semakin sulit bagi perusahaan kapal bertahan.

Hal.itu dirasakan PT DLU yang revenue atau pendapatannya hingga triwulan III tahun 2017 hanya tumbuh tipis.

Meski tipis, hal itu masih lebih baik karena ada peningkatan, mengingat bagi pengusaha atau pengelola kapal penyeberangan lainnya, malah ada yang stagnan hingga merugi.

"Saat ini DLU memang pendapatannya naik tipis, hanya sekitar 5 persen saja. Memang ada kenaikan tetapi masih belum seperti yang diharapkan," ungkap Erwin.

Erwin juga mengaku saat ini perusahaannya terus berjuang dan berharap diakhir tahun nanti ekonomi sudah membaik.

"Meskipun ekonomi tak kunjung bergairah, tetapi kami tetap eksis, tanpa mengurangi kapal maupun melakukan pemecatan karyawan," lanjut Erwin.

Bambang Haryo, Penasehat Perusahaan PT DLU, yang juga anggota DPR RI Komisi VI, berharap pemerintah lebih memperhatikan sektor kelautan.

Sebab jika tiket masih rendah maka tidak mungkin nantinya perusahaan perkapalan akan mengurangi pelayanan dan keselamatan penumpang.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help