Surya/

Berita Kediri

Kisah Pak Dul Si Penjaga Gunung Kelud, Bercelana Pendek dan Pakai Sandal Jepit Cari Pendaki Tersesat

Kisah Pak Dul si penjaga Gunung Kelud. Ia cuma bercelana pendek dan pakai sandal jepit saat cari 9 pendaki yang tersesat.

Kisah Pak Dul Si Penjaga Gunung Kelud, Bercelana Pendek dan Pakai Sandal Jepit Cari Pendaki Tersesat
surya/mohammad romadoni
Proses evakuasi pendaki yang tersesat di Gunung Kelud, Selasa (7/11/2017) pagi. 

SURYA.co.id | KEDIRI- Pekerja kontrak objek wisata Gunung Kelud bernama Dul Rokhim merupakan tim relawan yang berada di posisi paling depan ketika evakuasi pencarian sembilan pendaki yang dikabarkan tersesat di Gunung Kelud Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Meski demikian, tak ada persiapan khusus seperti lazimnya petugas penyelamat.

Pria 47 tahun itu hanya berbekal alat sederhana berupa sebuah lampu senter jadul yang dibawanya.

Bahkan, Dul sapaan pria bertubuh dempal itu hanya memakai celana pendek berkaos polos beralas kaki sandal jepit.

Dul naik ke area kawah Kelud sembari menunggu tim Sar dan para relawan datang ke lokasi titik evakuasi terdekat persis di bawah puncak Sumbing.

Saat itu, dia telah berada di terowongan Ganesha berupaya mencari keberadaan para pendaki.

Sebelumnya, sekuriti Abipraya proyek Gunung Kelud bernama Yudi Joko Haryono (36) terlebih dulu membuka dua pintu pagar besi yang berada di tengah jalan untuk akses menuju ke kawah Kelud sekira pukul 19.00 WIB.

Pekerja kontrak objek wisata Gunung Kelud, Dul Rokhim saat melarung sesaji di kawah Kelud.
Pekerja kontrak objek wisata Gunung Kelud, Dul Rokhim. (surya/mohammad romadoni)

Pintu masuk ke kawah Kelud via jalur perkebunan Margomulyo Kabupaten Kediri selalu ditutup setiap hari mulai pukul 17.00 WIB.

Meski belum tahu persis keberadaan rombongan pendaki itu Dul berupaya mencari di sekitar kawah dan sumber air panas.

Tiba-tiba secara tak sengaja ia mendongak dan melihat dua titik sinar lampu senter persis di bawah puncak Kelud.

Halaman
1234
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help