Surya/

Sambang Kampung Simomulyo

Gor Cak Roekonen, Arena Turnamen Antarkampung hingga Lahirkan Pemain Bola Andal

Gor Cak Roekoen, nama ini terpampang di pintu masuk lapangan sepak bola di Kelurahan Simomulyo.

Gor Cak Roekonen, Arena Turnamen Antarkampung hingga Lahirkan Pemain Bola Andal
surya/achmad zaimul haq
KURANG TERAWAT - Gor Cak Roekoen di kelurahn Simomulyo yang kini kondisinya kurang terawat. 

“Gor Simorukun, adanya sejak 1986. Dulunya digunakan untuk masyarakat Simomulyo. tiap tahun ada turnamen memperebutkan Trofi Roekoen,” ujarnya.

Perubahan pemerintahan menurutnya membuat turnamen ini berhenti sebab, awalnya turnamen tersebut dibiayai kepal desa. Tetapi saat menjadi kelurahan, lurah yang dipilih biasanya bukan orang Simomulyo, sehingga turnamen mulai hilang.

“Turnamen mulai hilang karena keterbatasan dana. Walaupun masih layak dibuat turnamen, tetapi tidak ada yang mengadakan karena anggarannya besar. Karena turnamen itu sebulan full butuh nggaran besar,” ujarnya.

Suparmi (59), penjaga gor mengungkapkan sejak 1987 telah menjadi bagian dari Gor Cak Roekoen. Ia biasa membersihkan lapangan berama anka-anaknya.

Ia juga masih ingat saat-saat turnamen yang ramai.

“Kalau saat itu saking ramainya saya bisa tiap hari ambil jajan dagangan baru ke pasar. Kalau sekarang paling cuma seminggu sekali,”ujarnya.

Sejak ttidak adanya turnamen, dikatakannya selama ini lapangn hanya digunakan untuk olahraga sekolah di Simomulyo yang tidak memiliki lapangan.

Selaain itu sekolah sepak bola juga masih berlatih. Kadang, anak kampung juga bemain untuk menghabiskan sore harinya.

“Kalau sepi begini, kami agak kesulitan juga merawat gor, karena kami juga butuh dana buat pakai pemotong rumput atau memangkas ranting-ranting pohon,” ujarnya.

Meskipun mulai sepi, tetapi daya tarik lapangan sepak bola masih dirasakan anak-anak kampung. Danparis Celesta (12) misalnya, siswa kelas 6 SDN Kupang Krajan 1 ini bersama teman-temannya sengaja mengahabiskan sore harinya selama seminggu terakhir di lapangan.

“Pingin main bola saja sama temen, apalagi di sini ada lapangan. Jadi ya saya dari pada main game. Disini luas yang perlu diperbaiki Cuma tribunnya, pasti sudah seperti lapangan bola beneran,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help