Surya/

Berita Surabaya

Final, Bansos Batal Dianggarkan untuk Siswa Miskin SMA SMK di Kota Surabaya

Mulanya, dewan getol untuk memasukkan anggaran bansos siswa miskin sebesar Rp 28 miliar untuk membantu siswa miskin SMA SMK

Final, Bansos Batal Dianggarkan untuk Siswa Miskin SMA SMK di Kota Surabaya
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi siswa SMA 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polemik terkait penganggaran alokasi dana bantuan sosial (bansos) untuk siswa miskin SMA SMK di Surabaya berujung antiklimaks.

Dalam rapat finalisasi kebijakan umum anggaran plafon prioritas anggaran sementara (KUA-PPAS) yang digelar antara DPRD dan Pemkot, Selasa (14/11/2017), diputuskan anggaran bansos tidak akan dicantumkan di APBD 2018.

Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Surabaya Agustin Poliana mengatakan setelah konsultasi dan pertimbangan terkait bansos, DPRD dan Pemkot sepakat untuk tidak melakukan penganggaran bansos.

Mulanya, dewan getol untuk memasukkan anggaran bansos siswa miskin sebesar Rp 28 miliar untuk membantu siswa miskin SMA SMK yang kesulitan membayar SPP.

"Dalam finalisasi KUA PPAS ini kita juga bahas itu, kalau sekarang belum bisa kita anggarkan. Awalnya kita ingin anggarkan dengan harapan kita punya cantolan hukum yang tepat untuk bansos," kata wanita yang akrab disapa Titin ini.

Politisi PDIP ini menyebut, jika bansos dipaksakan untuk dialokasikan, mereka khawatir pertanggungjawabannya akan rancu.

Siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi pungutan di lapangan terhadap siswa.

"Kita sudah memutuskan selama acuan hukumnya belum ada yaitu Permendagri, maka kita putuskan untuk tidak anggarkan dulu," kata Titin.

Selain itu, Kota Surabaya kini memiliki harapan agar jika nanti pasangan Syaifullah Yusuf dan juga Azwar Anas bisa menang dalam Pilgub komitmen untuk pengembalikan pengelolaan SMA SMK ke Surabaya bisa diwujudkan.

"Kalau komitmen politik itu bisa diwujudkan maka kita bisa menganggarkan tak lagi Rp 28 miliar, melainkan Rp 180 miliar sebagaimana sebelumnya," ucap wanita berkacamata ini.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help