Surya/

Berita Blitar

Dispendukcapil Kabupaten Blitar Batal Bentuk Dua UPT Tahun ini

Dispendukcapil Kabupaten Blitar memastikan tahun ini batal membentuk 2 UPT baru untuk pelayanan administrasi kependudukan. Ini alasannya

Dispendukcapil Kabupaten Blitar Batal Bentuk Dua UPT Tahun ini
surabaya.tribunnews.com/samsul hadi
Seorang petugas Dispendukcapil Kabupaten Blitar sedang melayani proses pembuatan e-ktp, Selasa (14/11/2017). 

SURYA.co.id | BLITAR – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar, Eko Budi Winarso mengatakan, sebenarnya sudah mempunyai program pembentukan unit pelaksana teknis (UPT) pelayanan administrasi kependudukan pada 2017 ini.

Pembentukan UPT itu untuk memacah pelayanan administrasi kependudukan agar tidak terpusat di Kantor Dispendukcapil.

“Tapi program itu dibatalkan, saya juga tidak tahu alasan detailnya. Mungkin dianggap belum perlu, karena jenis pelayanan yang dilayani sama seperti di Kantor Dispendukcapil. Sebenarnya program itu direalisasikan tahun ini,” kata Eko, Selasa (14/11).

Rencana sebelumnya, Dispendukcapil membuat dua UPT untuk pelayanan administrasi kependudukan.

Dua UPT itu didirikan di eks Kawedanan Srengat dan eks Kawedanan Wlingi.

UPT di Srengat untuk melayani pengurusan administrasi kependudukan masyarakat yang tinggal di bagian barat Kabupaten Blitar. Sedangkan UPT di Wlingi untuk melayani masyarakat yang tinggal di bagian timur Kabupaten Blitar.

Dia menjelaskan keberadaan UPT itu juga dapat melayani perekaman dan pencetakan E-KTP. Dengan adanya UPT, otomatis dapat mengurangi antrean pengurusan E-KTP di Kantor Dispendukcapil.

“Saya belum tahu lagi kelanjutan rencana itu, mudah-mudahan pada 2018 dapat terealisasi. Ini juga untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat. Sebab, secara geografis wilayah Kabupaten Blitar lumayan luas,” ujarnya.

Sekarang, untuk mengurangi antrean pemohon E-KTP, selain membuka layanan informasi melalui aplikasi WhatsApp (WA), Dispendukcapil juga membuat terobosan jemput bola ke masyarakat. Petugas Dispendukcapil keliling menggunakan mobil ke desa-desa untuk melayani perekaman E-KTP bagi warga yang belum ikut perekaman.

“Perekaman keliling ke desa-desa itu biasanya kami lakukan tiap hari Minggu. Itu upaya kami untuk mengurangi antrean pemohon dan sekaligus mempercepat proses pencetakan E-KTP,” katanya. 

(Baca: Pengurusan E-KTP di Kabupaten Blitar Ruwet, Dicurigai Ada Praktik Jual Beli Nomor Antrean)

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help