Surya/

Berita Surabaya

Digrebek Polisi, Pengedar Narkoba di Surabaya Lempar Sabu-sabu ke Selokan

Saat digerebek polisi, pengedar sabu-sabu di Surabaya ini panik lalu membuang sabu-sabu ke selokan. Tetapi tetap saja kena tangkap...

Digrebek Polisi, Pengedar Narkoba di Surabaya Lempar Sabu-sabu ke Selokan
surabaya.tribunnews.com/fatkhul alami
Hariyanto (tengah) saat diamankan polisi karena kedapatan memiliki sabu-sabu. Pria asal Wiyung, Surabaya ini diduga menjadi pengedar sabu-sabu yang dipasok dari Madura. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hariyanto (33), warga Wiyung Surabaya tak bisa berkutik saat disergap petugas Satreskoba Polrestabes Surabaya di rumahnya, Jumat (10/11/2017) malam.

Pria pengangguran itu kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu.

Anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya yang melakukan penggeledahan di rumahnya menemukan sejumlah barang bukti sabu.

"Kami menggerebek di kamar, kemudian pelaku panik dan membuang barang bukti melalui jendela kamarnya ke selokan. Kami cari dan menemukan satu buah pipet kaca yang terdapat sisa sabu seberat 0,58 gram," kata Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Anton Prasetyo, Selasa petang (14/11).

Selain menggerebek di kamar pelaku, polisi juga menggeledah kamar paman korban. Di kamar pelaku, polisi menemukan 7 poket sabu seberat 2,33 gram. Kemudian di kamar pamannya ditemukan satu poket sabu seberat 0,27 gram.

Penangkapan Hariyanto berawal dari laporan masyarakat. Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku Hariyanto.

Dia kepada polisi mengaku, mengedarkan sabu-sabu itu baru empat kali. Itu pun masih sebatas diedarkan kepada pemakai narkoba di kalangan teman-temannya sendiri di Surabaya.

"Dia (pelaku) memperoleh sabu dari seseorang asal Madura," tutur mantan Kapolsek Krembangan ini.

Anton menegaskan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini, termasuk salah satunya sedang berupaya mengungkap identitas pemasok narkoba kepada Hariyanto.

"Proses penyelidikan masih dilakukan. Kalau tersangka Hariyanto saat ini masih kami lakukan pemeriksaan, kami akan kembangkan penyelidikan untuk memburu pemasoknya," tutup Anton. 

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help