Surya/

Berita Surabaya

3 Proyek Tak Tuntas Tahun ini, Sanksinya selain Blacklist, 2 Tahun Kontraktor Tak Boleh. . . .

"Ada tiga yang kami blacklist karena wanprestasi, artinya proyeknya belum dikerjakan, padahal box culvert-nya sudah didatangkan," kata Erna Purnawati.

3 Proyek Tak Tuntas Tahun ini, Sanksinya selain Blacklist, 2 Tahun Kontraktor Tak Boleh. . . .
surya/achmad zaimul haq
BLACKLIST - Lokasi proyek saluran di depan kantor kelurahan Patemon,Senin (13/11). Sejumlah proyek yang berpotensi mangkrak bukn hanya proyek insfrastruktur jalan namun juga sejumlah proyek saluran. Sampai saat ini Pemkot Surabaya melalui Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUMPB) sudah melakukan blacklist untuk tiga kontraktor pengerja proyek saluran. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bukan hanya proyek infrastruktur jalan, sejumlah proyek saluran juga berpotensi mangkrak. Bahkan, Pemkot Surabaya melalui Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUMPB), sudah mem-blacklist tiga kontraktor penggarap proyek ini.

"Ada tiga yang kami blacklist karena wanprestasi, artinya proyeknya belum dikerjakan, padahal box culvert-nya sudah didatangkan. Ketiganya langsung blacklist," kata Erna Purnawati, Kepala DPUBMP, Senin (13/11/2017).

Tiga lokasi proyek yang tak digarap itu, di depan gereja kawasan Jalan Raya Ngagel, di Jalan Raya Randu, dan Jalan Rejosari.

Kontraktor tidak mampu melanjutkan dan berakibat ratusan box culvert yang didatangkan mangkrak di lokasi proyek.

Terkait blacklist itu, DPUMP memiliki regulasi. Di mana kontraktor tidak boleh mengikuti lelang yang diadakan Pemkot sampai dua tahun mendatang.

"Itu konsekuensinya. Mereka tidak boleh ikut lelang selama dua tahun, maka dia kan yang rugi sendiri," ujar Erna.

Rugikan Warga
Di sisi lain, warga juga dirugikan. Karena titik proyek yang ditentukan Pemkot tentu sudah mendapat perencanaan dan kajian. Karena di lokasi itu rawan banjir atau salurannya bermasalah.

Sehingga jika proyek bermasalah, konsekuensinya warga akan dirugikan akibat problem drainasenya tak terselesaikan.

Selain itu, dari sisi anggaran, lanjut Erna, juga membebani APBD. Karena harus ada alokasi anggaran yang dikucurkan kembali untuk titik proyek yang sama.

Di luar tiga lokasi proyek itu, masih ada satu lokasi proyek saluran lagi yang berpotensi tak selesai dan rawan mangkrak.

Tepatnya, di dua lokasi yaitu di depan kantor kelurahan Patemon dan di Jalan Sidorejo. Nilainya Rp 10 miliar masing-masing lokasi.

"Kami dorong supaya rampung. Pengerjaan dikebut agar masalah drainase di sana tidak ketambahan masalah baru," kata Ridho.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help