Surya/

Liputan Khusus

Pilgub Jawa Timur 2018, PDI Perjuangan Ingin Ulang Kesuksesan Jokowi-Jusuf Kalla

Keberhasilan penggunaan medsos oleh kader-kader PDIP di Jatim bisa dilihat dari hasil Pemilihan Presiden 2014

Pilgub Jawa Timur 2018, PDI Perjuangan Ingin Ulang Kesuksesan Jokowi-Jusuf Kalla
Surabaya.tribunnews.com/Haorrahman
Wagub Jatim Saifullah Yusuf dan Bupati Abdullah Azwar Anas dalam acara di Ponpes Bustanul Makmur, Banyuwangi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan memanfaatkan akun-akun media sosial (medsos) di tingkat kabupaten dan kota milik dewan perwakilan cabang (DPC) untuk kepentingan kampanye pemilihan gubernur (Pilgub) dan pilkada serentak 2018.

Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari meyakini medsos sudah menjadi bagian penting masyarakat. PDIP akan menjadikan medsos sebagai bagian target kampanye calon gubernur dan calon wakil gubernur yang diusung, yakni Saifullah Yusuf dan Azwar Anas.

“Kami sudah berikan kesempatan DPC maupun komisi di DPD untuk mengatur pola kampanye di medsos. Kita berikan bahan-bahan dan mereka bisa menggunakannya sendiri di masing-masing akun,” kata Untari, pekan lalu.

Jenis konten yang akan diunggulkan untuk medsos, yaitu keberhasilan Azwar Anas selama menjadi bupati di Banyuwangi.

Prestasi Anas, kata dia, menjadi salah satu senjata utama dalam berkampanye via medsos.

Pun dengan Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf. Menurut Untari, sikap Gus Ipul yang nyantri dan menawarkan Islam moderat menjadi salah satu bahan kampanye yang akan diolah di “dapur” DPD sebelum disebarkan di masing-masing DPC.

“Ini sangat positif untuk kami sebarkan,” katanya.

Ia mengatakan, keberhasilan penggunaan medsos oleh kader-kader PDIP di Jatim bisa dilihat dari hasil Pemilihan Presiden 2014. PDIP Jatim, kata dia, mampu mendulang suara untuk kemenangan Joko Widodo-JK.

Ia menyebut itu tak bisa lepas dari kampanye yang dilakukan via medsos.

“Dalam survei-survei yang kami lakukan untuk pemetaan kepala daerah yang kami rekomendasikan, kami survei media apa yang sering dipakai masyarakat. Medsos itu menempati 30 persen. Artinya, masyarakat sekarang lebih suka kampanye bersifat privat,” ungkap dia.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help