Surya/

Liputan Khusus

Jelang Pilkada 2018 di Jatim, Ada 800 Akun Media Sosial Ikut 'Bermain'

Tercatat sudah ada sekitar 800 akun yang bermain. Mulai akun Facebook, instagram, twitter, YouTube, WhatsApp dan sebagainya.

Jelang Pilkada 2018 di Jatim, Ada 800 Akun Media Sosial Ikut 'Bermain'
pixabay
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemanfaatan media sosial untuk memenangkan salah satu calon dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur dan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di sejumlah daerah di Jawa Timur ternyata sudah massif.

Dari patroli siber yang dilakukan Polda Jatim, tercatat sudah ada sekitar 800 akun yang bermain.
Mulai akun Facebook, instagram, twitter, YouTube, WhatsApp dan sebagainya.

“Akun-akun itu berafiliasi dengan calon-calon tertentu. Termasuk dalam pilgub maupun pilkada yang bakal segera berlangsung di sejumlah wilayah di Jawa Timur,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera di kantornya, pekan lalu.

Dari penelusuran tim Cyber Polda Jatim, menurut Barung, sejauh ini kebanyakan akun-akun tersebut masih sibuk melakukan sosialisasi program dan menonjolkan aktivitas calon-calonnya.

Kalaupun sudah ada yang mengarah ke hate speech, hoax, dan sebagainya, belum terlalu kentara.

“Padahal, sekarang ini belum masuk tahapan pilgub maupun pilkada. Bayangkan kalau sudah mulai tahapannya, pasti akan jauh lebih banyak akun yang bermain,” sambungnya.

Untuk mengantisipasi semua persoalan di dunia maya itu, Polda Jatim setidaknya sudah mengerahkan 670 orang personil.

Rinciannya, 11 personil Humas Polda Jatim, 3 personil di masing-masing polres, dan 1 orang personil patrol siber di tingkat polsek.

Sejauh ini, para personil patroli siber itu masih sebatas melakukan pemantauan terhadap aktivitas ratusan akun medsos dan berbagai situs.

Hasil dari patroli itu juga terus didata dan dievaluasi. Termasuk siapa orang yang menjadi admin di akun-akun itu, juga semua sudah berhasil diidentifikasi oleh petugas kepolisian.

Tujuannya, jika sewaktu-sewaktu terjadi pelanggaran, bisa lebih mudah dalam melakukan tindakan.
“Kami belum melakukan intervensi. Tapi nanti kalau sudah saatnya, jelas akan ada intervensi ke mereka. Bisa melalui chat, kontak langsung, atau bisa dengan cara take down akun yang melakukan pelanggaran,” tegas Barung.

Dan jika terbukti ada yang melanggar Undang-Undang ITE, pengelola akun pun bakal dikenai sanksi pidana.

“Makanya kami juga terus mensosialisasikan agar pengelola akun media sosial tidak menyebar hoax, hate speech, adu domba, dan hal-hal yang melanggar UU ITE,” lanjut dia. (Aflahul Abidin/M Taufik/Samsul Hadi)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help