Surya/

Berita Surabaya

Berkas Perkara Pembunuhan Sadis di Geluran Dinyatakan Sempurna

Berkas pembunuhan sadis terhadap Andi Prawangsa di Geluran, Waru, telah dinyatakan sempurna oleh penyidik Kejati Jatim. Selanjutnya?

Berkas Perkara Pembunuhan Sadis di Geluran Dinyatakan Sempurna
surya/irwan syairwan
Suasana reka ulang pembunuhan sadis di Geluran Sidoarjo. 

SURYA.co.id| SURABAYA  - Berkas perkara pembunuhan Andi Prawangsa (19), warga Pepelegi, Kecamatan Waru, Sidoarjo, dinyatakan P21 (sempurna) oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Dalam waktu dekat, penyidik Ditreskrimum Polda Jatim siap-siap melimpahkan tersangka dan barang bukti. Dari 10 orang yang terlibat, petugas menangkap 7 tersangka dan 3 tersangka masih dalam pencarian.

Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Agung Yudha Wibowo didampingi Kasubdit III/Jatanras, AKBP Boby Paludin Tambunan, menjelaskan P21 itu diterima penyidik, Senin (13/11).

"Dalam waktu dekat, kami akan menyerahkan tersangka dan barang bukti untuk dilakukan penuntutan," tutur AKBP Boby, Senin (13/11).j

Cepatnya penanganan hingga pelimpahan berkas, diakui AKBP Boby berkat koordinasi dengan pihak kejaksaan.

Tujuh tersangka yang kini meringkuk di tahanan Polda Jatim adalah, Abu Daud (27), warga Klagen Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo; Ghofur (25) warga Geluran, Kecamatan Taman, Sidoarjo; Khoir (28), warga Jombang ; Deni (23), warga Taman ; Aziz (21), warga Geluran, Kecamatan Taman, Sidoarjo; serta CT (15) dan KP (15), warga Taman, Sidoarjo.

Tiga tersangka yang dinyatakan buron dan terancam ditembak mati jika tak menyerah adalah Purnomo, E dan I.

Pembunuhan Andi Prawangsa berlangsung November 2015 dan baru ditemukan di sumur tua Desa Geluran, Kecamatan Taman, Sidoarjo, November 2017.

Ketika ditemukan, yang tersisa dari jasad Andi adalah tulang belulang yang ditimbun bongkahan batu.

Kasus yang sudah dua tahun itu terungkap setelah salah satu warga ada yang berita ke polisi jika pernah terjadi penganiayaan terhadap Andi Prawangsa. Pihak keluarga sendiri sibuk mencari keberadaan Andi tapi tak juga ditemukan. Bahkan kasus ini tidak dilaporkan ke polisi oleh keluarga korban.

Kasus ini berlatar cemburu antara tersangka Abu Daud dengan korban. Persoalan itu tersulut setelah korban mengirim SMS yang isinya mengajak istri Abu Daud keluar. Tak pelak, Abu Daud mencari keberadaan korban dan dianiaya bersama 9 orang lainnya hingga tewas.

Setelah tewas, korban disiram air panas agar tubuhnya tidak kaku. Namun setelah disiram air panas, kondisi korban tetap kaku hingga akhirnya dibungkus sprei dan dimasukkan ke sumur tua.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help