Surya/

Berita Surabaya

Asosiasi Driver Online Jatim Tolak Zonasi Wilayah Operasional, Ini Alasannya

DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Jatim menolak penetapan zonasi wilayah dalam operasional taksi online.

Asosiasi Driver Online Jatim Tolak Zonasi Wilayah Operasional, Ini Alasannya
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi, seorang pengemudi taksi berbasis online di Jalan Embong Malang, Surabaya, Rabu (24/8/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Jatim menolak penetapan zonasi wilayah dalam operasional taksi online.

Sebab wilayah operasional taksi online menurut aturan Permenhub 108 tidak dibatasi zona.

Ketua DPD ADO Jatim David Walalangi menuturkan, seluruh wilayah operasional taksi online sebagai angkutan sewa khusus tidak dibatasi zona.

"Seharusnya operasional kami ada di satu provinsi. Bukan dibatasi zona begitu," reaksi David.

Tidak hanya itu, pemasangan stiker sebagai penanda taksi online juga menolak jika dipasang di lambung atau bodi mobil.

Sebab amanah Pemengub itu bahwa stiker dan penanda hanya dipasang di kaca mobil, belakang dan depan mobil.

Di Permenhub 108 menurut David tidak ada pembahasan mengenai zonasi dan penetapan wilayah.
Menurut pemahamannya, Semua taksi online boleh beoroprasi di seluruh Jatim.

Pemprov Jatim melalui Diahub Telah memastikan pada kaca depan dan belakang mobil akan dipasang stiker. Stiker ini bertukiskan wilayah operasi sesuai zona.

Tidak hanya itu, mereka juga dilarang beroperasi bukan di wilayahnya.

Ada delapan zonasi untuk arek operasi taksi online. Opersional taksi online sesuai pelat mobil.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help