Surya/

Berita Gresik

Tak Tega Lihat 2 Balita Diamputasi usai Terlindas Truk, Aksi Warga Gresik ini Sungguh Mulia

Anak Rohim dan Nahya harus diamputasi kakinya setelah terlindas ban truk kontainer.

Tak Tega Lihat 2 Balita Diamputasi usai Terlindas Truk, Aksi Warga Gresik ini Sungguh Mulia
surya/sugiyono
Kaki Naufal Afif Rebani dan Muhamad Danis Aniq yang harus diamputasi setelah terlindas truk kontainer. 

SURYA.co.id | GRESIK – Warga Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik dan sekitarnya gerilnya mengumpulkan uang untuk membantu meringankan beban keluarga Abdul Rohim (48) dan Nahya (43), warga setempat.

Anak Rohim dan Nahya harus diamputasi kakinya setelah terlindas ban truk kontainer.

Mereka adalah Naufal Afif Rebani yang berusia 4,5 tahun dan Muhamad Danis Aniq yang masih 2,5 tahun. 

Kejadian itu menimpa kedua anak ketika sedang naik mobil plastik bersama orang tua Danis.

Sampai di Jl RE Martadinata, Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik, sebuah truk muatan kontainer manabrak pohon kemudian menabrak mobil pick up dan terakhir melindas mobil-mobilan yang ditumpangi kedua anak tersebut. Akibatnya kaki dua balita itu harus diamputasi karena daging dan tulang remuk.  

Sebenarnya, biaya pengobatanan sudah ditanggung oleh jasaraharja dan santunan pihak perusahaan truk sebesar Rp 40 juta untuk kedua anak itu.

Namun warga sangat khawatir terhadap biaya sekolah dan psikologis yang harus ditanggung keluarga dan anak itu sehingga warga dan karang taruna desa dan Kecamatan Gresik menggalang dana untuk membantu meringankan beban keluarga korban.

Apalagi Ibunda Danis sudah meninggal dunia saat baru usia lima bulan.

Danis selama ini hidup bersama dua kakak dan ayahnya.

Sedangkan Afif dari keluarga nelayan. “Kami menggalang dana untuk meringankan beban dari keluarga korban tertabrak truk. Santunan yang diberikan tidak akan mampu memulihkan beban spikologi dan biaya pendidikan yang harus ditanggung keluarga,” kata Achmad Chilmi (37), warga Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik.

Untuk menggalang dana, warga membuka kotak santunan di depan Terminal Bis Pariwisata Syeh Maulana Malik Ibrahim, Jl RE Martadinata.

Penggalangan dana juga dilakukan dengan pertunjukan kesenian pencak macan, menjual lampion damar kurung dan membagikan stiker.

Sampai saat ini, kedua anak tersebut masih menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.

 “Kemarin sudah pulang, namun ketika kontrol, ternyata ada daging yang tidak bisa menyatu sehingga kembali dibersihkan,” kata Abdul Rokhim (48), ayah Afif saat menunggu.  

Penulis: Sugiyono
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help